Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


1.200 Warga Adat Ancam Duduki Bandara Mopah

0

Merauke, jurnalsumatra.com-Seribuan lebih warga pribumi pemilik hak ulayat akan dikerahkan untuk menduduki Bandar Udara (Bandara) Mopah, Kabupaten Merauke jika pihak bandara tidak segera membayar tanah adat hak ulayat.
“Ada masyarakat tiga kampung yang jumlahnya sekitar 1.200 orang siap kami kerahkan untuk menduduki bandara. Itu jumlah yang terdata sampai saat ini,” kata Yosep Mahuze, pemilik hak ulayat, di Merauke, Jumat.
Menurut Yosep Mahuze, hingga dengan tahun 2016 masih ada 60 hektare tanah adat di lokasi bandara yang belum diselesaikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) termasuk pihak Bandara Mopah dan hal itu harus segera diselesaikan.
Untuk menyelesaikan persoalan pembayaran tanah adat itu, sekitar pukul 14:30 waktu setempat, kurang lebih dua puluh orang masyarakat pribumi mendatangi kantor bandar udara.
Puluhan warga datang kantor bandara itu menggunakan motor dan mobil, tanpa menimbulkan kericuhan dan pihak bandara menerima pemilik hak ulayat untuk selanjutnya dilakukan pembahasan di ruang rapat bandara.
Terlihat di lapangan, sekitar tujuh – delapan orang anggota kepolisian dari Polres Merauke dan anggota TNI hadir untuk mengantisipasi terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan bersama.(anjas)