Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


BMKG: Sebagian Besar Wilayah Sumsel Berawan

0

Palembang, jurnalsumatra.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sumatera Selatan memprakirakan sebagian besar wilayah provinsi dengan 17 kabupaten dan kota ini berawan.
“Berdasarkan pengamatan melalui satelit cuaca 11 kota di Sumsel diprakirakan berawan, dan enam kota lainnya berpeluang hujan dengan intensitas ringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama, di Palembang, Selasa.
Menurut dia, sebanyak 11 kota yang diprakirakan berawan yakni Kota Palembang, Muaraenim, Pali, Lahat, Sekayu, Martapura, Muaradua, Indralaya, Tebingtinggi, Pagaralam, dan Prabumulih.
Sedangkan enam kota lainnya yang diprakirakan berpeluang hujan ringan, yakni Baturaja, Kayu Agung, Musirawas, Musirawas Utara, Pangkalanbalai, dan Lubuklinggau.
Beberapa kota yang diprakirakan berawan memiliki suhu udara berkisar 20-33 derajat Celsius, kelembaban udara berkisar 56-98 persen, kecepatan angin sekitar 15 km/jam dengan arah angin daerah ini seluruhnya menuju tenggara.
Kemudian kota yang diprakirakan hujan ringan memiliki suhu udara berkisar 21-34 derajat Celsius, kelembaban udara berkisar 57-98 persen, kecepatan angin sekitar 15 km/jam dengan arah angin daerah ini seluruhnya menuju tenggara, katanya lagi.
Dia menjelaskan, memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke kemarau Juni 2016 ini, kondisi cuaca di wilayah Sumsel secara umum cukup panas dan mulai jarang turun hujan, dengan intensitas curah hujan berkisar 200-300 milimeter.
Dalam kondisi cuaca sekarang masyarakat diimbau untuk mewaspadai titik api atau “hotspot” yang mulai terdeteksi berpotensi mengakibatkan terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Namun dengan kewaspadaan yang tingi diharapkan dapat diminimalkan kebakaran hutan dan lahan serta dapat dicegah timbul masalah kabut asap seperti tahun lalu yang mengganggu kesehatan, berbagai aktivitas masyarakat, dan penerbangan, ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Sumsel Apriyadi menyatakan dalam kondisi cuaca sekarang ini dan menghadapi musim kemarau, pihaknya tetap bersiaga dan menyiapkan bantuan tanggap darurat berupa bahan makanan dan peralatan pendukung lainnya.
Upaya untuk membantu masyarakat, ratusan Taruna Siaga Bencana (Tagana) binaan Dinsos Sumsel disiagakan membantu dan menyelamatkan masyarakat jika terjadi bencana seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan pertanian/perkebunan.
Kesiagaan yang tinggi itu diperlukan, jika sewaktu-waktu terjadi bencana sukarelawan Tagana langsung diturunkan untuk membantu masyarakat melakukan evakuasi, penyaluran bahan makanan, menyiapkan tenda penampungan korban, dapur umum, dan pendampingan, kata Apriyadi pula.(anjas)