Sebelum Dibangun, Pasar Soak Bato Ditinjau

0
Tersendatnya Operasional Pasar Talang Kelapa Ada Mafia

Sebelum Dibangun, Pasar Soak Bato Ditinjau

PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Palembang melakukan peninjuan langsung terhadap revitaliasi Pasar Soak Bato di Kelurahan 26 Ilir yang akan dibangun tahun depan dengan menelan anggaran dari APBN mencapai Rp 9,5 miliar. Pemkot juga meninjau lahan relokasi bagi pedagang.

Kepala Disperindagkop Pemkot Palembang, Dewi Isnaini menjelaskan, akan segera dibangun konstruksi baru Pasar Soak Bato pada 1 Agustus mendatang. Konsep bangunannya ialah pasar rakyat modern yang terdiri dari dua lantai.

Namun, untuk membangun baru pasar tersebut para pedagang perlu dipindahkan sementara (relokasi). Hanya saja hingga kini pihaknya masih belum menentukan lahan untuk relokasi pedagang.
“Karena itu kami meninjau beberapa titik lokasi di seputaran pasar Senin (27/6/2016). Akan dipelajari dulu, perlu dihitung kebutuhan luasan lahan dan besaran petak atau los pedagang,”kata Dewi.

Saat ini mulai dilakukan sosialisasi kepada 300 pedagang terkait rencana relokasi sementara. Ditargetkan relokasi bisa rampung pada akhir Juli mendatang, dengan begitu pembangunan bisa mulai berjalan. Dana pembangunan sebesar Rp9,5 M dari dana Kementerian.

Dipastikannya, para pedagang lama Pasar Soak Bato akan diprioritaskan untuk menempati lapak di bangunan baru nanti. Untuk kelancarannya, pedagang harus melengkapi syarat administrasi, seperti
data dan foto los atau kios, KTP, serta KK.
“Data itu harus diserahkan kepada PD Pasar Palembang Jaya agar datanya bisa diproses. Penentuan kios barunya akan diundi secara adil,”jelas Dewi.

Kepala Bappeda Kota Palembang Saiful menilai, lahan-lahan relokasi yang ditinjau tersebut sudah ideal, dekat dengan pasar eksisting, dan luasan yang cukup. Tercatat ada lima titik yang dibidik diantaranya lahan seluas 8,9X9 m, 19x12m, 12x23m.
“Tapi semua itu milik masyarakat. Kami bersama PD Pasar harus pendekatan dulu ke pemilik lahan ini untuk meminjam sementara lahannya,”jelasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Soak Bato, Ani menuturkan, dia sudah 12 tahun berjualan di sana. Selama ini dia dan keluarga sudah menggunakan empat petak los untuk berdagang dengan membayar pajak Rp 210.000 pertahun. Selain itu, peagang juga masih harus membayar retribusi pasar Rp 5000 perhari, keamanan Rp 2000 dan kebersihan Rp 2000. jadi total perhari mencapai Rp 9000.

“Sejak 2004 saya (berjualan) di sini, pindahan dari pasar 16. Memang sudah dapat surat edaran dari PD Pasar soal rencana pembangunan, tapi dak tahu kapan dan apo bae syarat-syaratnyo,”tukasnya.(eka)