Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


DKK Jamin Vaksin Palsu Tidak Masuk Solo

0

Solo, jurnalsumatra.com – Vaksin palsu dijamin tidak masuk Solo dan tidak mungkin bisa masuk, karena untuk rantai distributor vaksin yang asli sudah tertata rapi, mulai dari Bio Farma ke Dinas Kesehatan Provinsi berlanjut ke Dinas Kesehatan Kota (DKK) kemudian ke Puskesmas.
“Saya berani jamin kalau yang di Puskesmas dan instansi swasta utamanya yang mengambil vaksin dari DKK tidak ada yang palsu. Karena rantai untuk vaksin itu sudah tertata rapi, jadi administrasinya cukup baik,” kata Kepala DKK Pemkot Surakarta, Siti Wahyuningsih kepada wartawan di Solo, Selasa.
Ia mengatakan pihaknya tidak mungkin beli vaksin melainkan dari Pemerintah. Bahkan rumah sakit swasta pun mengambilnya dari DKK tapi harus memenuhi rantai dingin baru diberikan jika tidak memenuhi tidak akan diberikan.
Dikatakan rantai dingin itu cara penyimpanan vaksin, alatnya apa, suhu, listriknya tidak boleh mati. “Saya itu tidak pernah beli vaksin mesti dari pemerintah, yang rumah sakit swasta biasanya juga mengambil di dinas. Ada yang bilang vaksin dari rumah sakit baik, lha itu kan ambil dari kita, itu harus memenuhi rantai dingin jika tidak sesuai tidak akan diberikan,” katanya.
Siti Wahyuningsih mengatakan beredarnya vaksin palsu di Yogyakarta itu bukan di sarana kesehatan pemerintah tapi di swasta. Pihaknya sudah konsultasi dengan Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moloek saat datang di Solo, yang menjamin juga jika vaksin dari pemerintah tidak palsu.
“Ya yang di Yogyakarta itu bukan di sarana kesehatan pemerintah. Menkes pun sudah menjamin, jadi insya Allah di Solo tidak ada karena saya tidak ada pembelian vaksin,” katanya.
Ia mengatakan untuk antisipasi penyebaran vaksin palsu beredar di Solo, maka untuk fasilitas kesehatan (faskes) yang di Solo diminta bisa menghubungi DKK mengenai vaksin, tapi syarat-syarat penyimpanan terpenuhi.
Dikatakan tidak ingin masyarakat Solo disuntik ternyata vaksinnya itu sudah mati (impoten) dan itu percuma jadi harus tetap baik, bahkan 17 puskesmas di Solo itu standarnya sudah ISO jadi  untuk penyimpanannya itu sangat bagus.
“Ya saya kurang begitu paham soal ciri-ciri vaksin palsu, yang jelas hampir sama dan sulit dibedakan. Namun jika nantinya ada kesalahan saat penyuntikan, pengecekan akan mudah dilakukan, karena administrasinya untuk penyuntikan vaksin sudah dicatat dengan detail,” katanya.(anjas)