Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Magister Manajemen Unair Santuni 35 Anak Terlantar

0

     Surabaya, jurnalsumatra.com – Sivitas akademika dari Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memberikan santunan kepada 35 anak terlantar di UPTD Kampung Anak Negeri, Surabaya.
“Surabaya juga memiliki panti sosial yang menampung anak-anak terlantar dan anak-anak berkelakuan kurang baik yang berada di bawah lembaga pemerintahan,” kata Koordinator Program Studi S-2 Magister Manajemen FEB Unair Dr Gancar Candra Premananto di Surabaya, Sabtu.
Ia mengatakan panti sosial juga butuh perhatian dan dukungan sebagaimana panti lainnya. “Akhirnya, kita coba datang ke sini dan ternyata anak-anaknya memiliki prestasi yang lumayan. Ada yang jadi petinju dan pembalap. Saya harap nanti dari Unair ada kerja sama dari fakultas-fakultas lain,” katanya.
Dalam santunan bertema “BBM Hari Raya (Berbagi Berkah Menjelang Hari Raya)” yang dihimpun dari mahasiswa, dosen, karyawan MM itu, mereka memberikan pakaian bekas layak pakai, kipas angin, parsel, sejumlah uang, sekardus minuman ringan, hingga kompor gas.
“Kita beri parsel kepada mereka sebagai apresiasi terhadap para pendidik. Untuk anak-anaknya, ada uang untuk orang tua mereka, ada teh gelas untuk Lebaran, ada kipas angin buat mushalla, ada kompor gas untuk bikin keripik dan kafe, ada buku Al Quran, mesin kompresor untuk cuci motor, alat musik simbal,” katanya.

     Dalam kesempatan itu, tim pembina UPTD Antonius mengatakan anak-anak yang menghuni di panti asuhan berasal dari penjangkauan, titipan orang tua, dan razia tim Satpol PP atau Linmas. Usia mereka berkisar antara 7-18 tahun.
“Selama di UPTD, anak-anak memiliki aktivitas rutin, seperti belajar, mengaji, bermusik, dan sebagainya. Jadi, ada ekstrakurikuler. Mereka dibina dan dilatih seperti menjahit, bersepeda, tinju, bermusik,” ujar Antonius.
Dengan adanya bantuan dari MM UNAIR, ia merasa bersyukur bahwa masih ada bentuk kepedulian dari masyarakat kepada penerus bangsa.
Salah satu penerima bantuan yang juga juara tinju se-Surabaya, Bledeg Sangheta menyampaikan terima kasih kepada pihak MM Unair.
“Di tempat ini (UPTD Kampung Anak Negeri) sering latihan ekstrakurikuler, kayak tinju gitu. Diajak latihan bareng sama KONI. Kalau bagus, ya, baru diajak untuk berkompetisi,” tutur Bledeg yang pernah juara I lomba tinju Kota Surabaya 2015.
Senada dengan Bledeg, Ketut Purnomo yang pernah meraih juara balap sepeda nasional di Magelang juga berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh sivitas akademika MM Unair.(anjas)