Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Pastika Minta Para Ahli Beri Solusi Pertanian

0

Denpasar, jurnalsumatra.com – Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta para ahli untuk turut memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pertanian sehingga dapat menarik minat generasi muda untuk menggelutinya.
“Coba para ahli pertanian bantu carikan solusi yang konkret dan jangan komplain terus,” kata Pastika saat menggelar Simakrama (temu wicara) dengan masyarakat di Wantilan DPRD Bali, Denpasar, Sabtu.
Dia sangat setuju jika anak muda mau bertani, namun persoalannya selama ini para pemuda enggan menjadi petani karena melihat hasil yang didapat tidak seberapa di tengah kondisi kepemilikan lahan yang sempit, belum lagi harga pupuk yang mahal.
Oleh karena

itu, tambah dia, jangan salahkan ketika anak muda Bali saat ini lebih memilih untuk bekerja di kapal pesiar karena hasil yang didapat lebih besar, mendapatkan penghasilan yang tetap, tidak perlu berpanas-panasan, dan pakaiannya bersih.
“Meskipun sesungguhnya di sana menjadi ‘jongos’ karena harus membersihkan tempat tidur, mencuci baju, piring dan sebagainya,” ucapnya.
Pastika mengatakan sejauh ini salah satu solusi yang ditemukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani adalah lewat program Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) yang sudah diluncurkan Pemprov Bali sejak tahun 2009.
“Jika memang tekun mau bertani, dengan bantuan program Simantri bisa mendapatkan hasil hingga lima kali lipat seperti para petani di daerah Sepang, Buleleng. Tetapi persoalannya banyak juga yang akhirnya tiba-tiba menjadi petani hanya untuk mendapatkan bantuan pemerintah,” katanya.
Bahkan dalam inspeksi mendadak ke lapangan, ada penerima program Simantri yang ditemukan tidak ada sapinya, padahal seharusnya bantuan Simantri wajib dibelikan 20 ekor sapi.
Pihaknya juga menyayangkan ada masyarakat yang meminta bantuan pikap kepada pemerintah yang akan digunakan untuk mengangkut rumput. Menurut dia, jika sungguh-sungguh mau bertani tentunya tidak demikian.
Pemprov Bali, lanjut dia, juga telah memberikan berbagai bantuan untuk merangsang masyarakat mencintai pertanian seperti memberikan bantuan alat mesin pertanian, memberikan bibit, hingga subsidi pupuk.
“Tetapi tetap saja itu dinilai pemerintah kalau pemerintah kurang berpihak pada sektor pertanian,” ujar Pastika.
Oleh karena

itu, mantan Kapolda Bali ini menginginkan jika ada para ahli maupun masyarakat mempunyai “resep yang manjur” untuk mengatasi permasalahan pertanian, agar bisa ikut memberikan sumbangan pemikiran disampaikan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan provinsi setempat.(anjas)