Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


KSPI-FSPMI Tuntut Tiga Buruh Jatim Dibebaskan

0

     Jakarta, jurnalsumatra.com – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menuntut polisi membebaskan tiga buruh dari Jawa Timur yang ditangkap setelah kericuhan dengan orang-orang yang diduga preman bayaran.
“KSPI dan FSPMI mengecam keras tindakan polisi yang menetapkan tiga rekan kami sebagai tersangka dan kini ditahan di Polrestabes Surabaya,” kata Ketua DPW FSPMI Jawa Timur Pujianto yang juga Wakil Presiden DPP FSPMI melalui siaran pers diterima di Jakarta, Selasa.
Tiga aktivis buruh yang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kericuhan itu adalah Ketua PC SPL FSPMI Surabaya Moch Ismail, Ketua PUK SPL FSPMI PT SMS Rendi Febri, dan Bendahara PUK SPL FSPMI PT SMS Arista.
Polisi menahan dan menetapkan mereka sebagai tersangka setelah menyelidiki kejadian kericuhan dengan beberapa orang yang diduga preman bayaran dalam aksi mogok kerja yang dilakukan buruh PT Spindo pada Senin (20/6).

     “Seharusnya polisi melindungi dan mengayomi buruh yang sedang melakukan mogok kerja dari gangguan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, kami meminta mereka segera dibebaskan,” tuturnya.
Apalagi, Pujianto juga merasa dibohongi oleh petugas piket di Polrestabes Surabaya yang sempat menyatakan bahwa ketiga aktivis buruh itu akan dibebaskan sebelum Lebaran.
“Kenyataanya sampai sekarang mereka belum dibebaskan, malah oleh polisi ketiganya dipajang di koran dengan latar belakang mobil komando FSPMI,” katanya.
Karena itu, buruh Jawa Timur yang tergabung dalam FSPMI dan KSPI dalam waktu dekat akan melakukan aksi besar-besaran di Mapolda Jawa Timur untuk menuntut ketiga rekannya dibebaskan.
Buruh juga mendesak Polda Jatim untuk mengusut tindakan represif yang dilakukan anggota Polrestabes Surabaya terhadap buruh PT Spindo dalam aksi mogok kerja tersebut.(anjas)