Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Pengamanan Bandara ABD Saleh Dilengkapi Tim Gegana

0

Malang,jurnalsumatra.com – Pengamanan Bandara Abd Saleh Malang, Jawa Timur, selama musim arus mudik dan balik Lebaran 1437 Hijriah dilengkapi dengan tim penjinak bom (gegana) di tempat-tempat tertentu di area bandara.
Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Djoko Senoputro di Malang, Selasa mengatakan selain dibantu oleh tim gegana, juga ada ratusan personel dari gabungan Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU. “Seluruh pasukan yang tergabung dalam pengamanan Lebaran ini harus saling membantu agar terhindar dari terorisme,” katanya.
Ia mengatakan berkaca dari pengalaman di Turki yang pasukannya kecolongan. “Jangan sampai hal itu terjadi di sini. Siapapun harus dicurigai. Pengamanan ketat juga berlaku untuk pintu masuk, mana pagar yang khusus dilewati oleh umum dan mana yang memang harus diamankan secara khusus,” ujarnya.
Pengamanan ketat tersebut harus dilakukan, seperti pemeriksaan mirror detector, x-radiation (x-rays), serta pengamatan mata. Untuk mengamankan area bandara tesrebut, pasukan yang dikerahkan lebih dari 200 personel, termasuk tim gegana (penjinak bom). Dari jumlah pasukan itu tersebar di berbagai titik yang dirahasiakan.
Selain memperketat pengamanan, katanya, ada ciri-ciri seseorang yang patut dicurigai, yakni wajahnya pucat dan penuh dengan keringat, perasaannya gugup dan gelisah, sehingga menimbulkan kecemasan dan tingkah laku yang aneh seperti mondar-mandir tak jelas.
“Secara psikologis kami sudah pelajari betul ciri-ciri yang patut dicurigai. Apalagi yang mencoba menghalang-halangi pengamanan. Langsung akan kami amankan. Kami perketat pengamanan agar para penumpang di bandara merasa aman, kami juga tidak mau kecolongan, termasuk di Bandara Abd Saleh,” paparnya.
Djoko berharap dengan kerja sama tersebut bisa meminimalisasi terjadinya terorisme, terutama agar tidak terjadi ancaman bom di bandara.
“Kita semua berharap selama Lebaran ini situasi dan kondisi di Tanah Air tetap kondusif agar perayaan Idul Fitri bisa khidmad, aman dan nyaman,” urainya.
Sementara itu Kepala UPT Bandara Abd Saleh Suharno menambahkan hingga saat ini penumpang di bandara mencapai lebih dari 3.500 orang. Penumpang akan terus bertambah pada puncak H-1 Lebaran sampai H+5 Lebaran.
“Penumpang yang cenderung meningkat adalah penumpang arus balik, terutama dari Jakarta dan Dempasar,” kata Suharno.
Ia mengatakan petugas bandara juga mengantisipasi saat libur Lebaran dengan piket, yakni mulai dari tanggal 27 Juni hingga 17 Juli. Dari pengalaman tahun lalu, penumpang yang datang memang lebih banyak pada saat H+3 Lebaran.
“Untuk memenuhi kebutuhan penerbangan ada satu maskapai yang memanfaatkan extra flight, yakni Sriwijaya Air dari tujuan Jakarta,” katanya.
Pengetatan pengamanan tidak hanya dilakukan di Bandara Abd Saleh saja, Stasiun Kotabaru Malang juga memperketat pengamanan dengan melibatkan personel Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api), kepolisian dan TNI.
Wakil Kepala Stasiun Kotabaru Malang Mardiono mengatakan seperti tahun-tahun sebelumnya, pihaknya memang meningkatkan keamanan selama musim mudik dan balik Lebaran. Sejak 24 Juni hingga 17 Juli nanti pengamanan diperketat dengan dibantu pengamanan ekskternal.
Mardiono mengemukakan 33 petugas keamanan yang berjaga di sekitar stasiun, dengan rincian 17 dari pengamanan internal, delapan personel Brimob dan masing-masing dua pasukan dari Marinir, Polsek Klojen, Koramil Klojen dan dua dari Denpom.
“Mudah-mudahan semua lancar tanpa gangguan apapun,” katanya.(anjas)