Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Nelayan Indonesia Berhenti Melaut Akibat Topan

0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Para nelayan Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah di Taiwan berhenti melaut akibat topan Nepartak, Jumat.
“Majikan memerintahkan kami tidak melaut karena topan,” kata Dian Sidik Ramadani, nelayan Indonesia di Pelabuhan Donggang, Kabupaten Pingtung, Taiwan, saat dihubungi Antara dari Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa sejak pagi hari jarak pandang di perairan wilayah selatan Taiwan itu sangat terbatas.
Sejumlah kapal pencari ikan berbendera Taiwan yang diawaki para nelayan Indonesia bersandar di pelabuhan perikanan yang berjarak sekitar 350 kilometer di sebelah selatan Taipei itu.
Demikian pula dengan para nelayan Indonesia yang berada di Pelabuhan Nanfang Ao, Kabupaten Yilan, wilayah utara Taiwan.
“Hari ini kami ‘diistirahatkan’ karena cuaca buruk,” kata Bashir, nelayan Indonesia, yang sudah hampir sembilan tahun bekerja di kapal pencari ikan Taiwan itu.
Topan Nepartak menerpa Kabupaten Taitung, wilayah tenggara Taiwan, Jumat pukul 05.50 waktu setempat (06.50 WIB).
Badai topan tersebut menerjang Taiwan dengan embusan yang sangat kuat disertai dengan hujan deras, demikian pernyataan Biro Cuaca Pusat (CWB) Taiwan.

     Topan tersebut masih berputar-putar di sekitar Taiwan selama lebih dari delapan jam dan perlahan-lahan akan bergerak menuju wilayah selatan China.
CWB mengimbau masyarakat di seluruh pelosok Taiwan untuk bersiap menghadapi hujan deras.
Kabupaten Taitung merupakan wilayah terparah terkena dampak badai tersebut. Sejumlah bangunan rusak akibat diempas Nepartak.
Sejauh ini belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa bencana tersebut.
Sementara itu, sejumlah penerbangan dari Taipei tujuan Jakarta dan arah sebaliknya mengalami keterlambatan akibat topan tersebut.
Pesawat milik maskapai Eva Air dengan nomor penerbangan BR-238 mengalami penundaan keberangkatan sekitar 3,5 jam.
Pesawat tersebut seharusnya bertolak dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, pada pukul 14.20 WIB dan tiba di Bandara Internasional Taoyuan, Taiwan, pada pukul 20.45 waktu setempat (21.45 WIB).
Namun karena ada topan di Taiwan, pesawat tersebut baru berangkat dari Jakarta pada pukul 18.10 WIB dan tiba di bandara tujuan pada tengah malam.
“Para calon penumpang sudah kami beritahu sejak pagi tadi. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Pesawat yan,” kata operator pelayanan pelanggan Eva Air.
Pesawat Eva Air yang dari Taiwan diperkirakan baru mendarat di Cengkareng pada pukul 17.00 WIB atau terlambat empat jam dari jadwal semula.(anjas)