Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Sampah Palembang Capai 900 Ton

0
Sampah Palembang Capai 900 Ton

Sampah Palembang Capai 900 Ton

PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Volume sampah pada saat lebaran mengalami peningkatan dari hari biasanya, sampah yang didominasi dari rumah tangga dan pasar tradisional berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Kebersihan Kota (DKK) Pemkot Palembang mencapai 900 ton.

“pada H-1 Lebaran dan pada saat lebaran sampah meningkat hingga mencapai 900 yang diangkut, pada hari biasa hanya mampu menyentuh angka 700 ton,”kata Sekretaris DKK, Mahbuk, kepada jurnalsumatra.com, Ahad (10/6).

Sampah yang diangkut, dilanjutkan Mahbuk berasal sampah rumah tangga, pasar tradisonal dan masjid-masjid, ini menunjukkan bahwa sampah yang dihasilkan masyarakat cukup signifikan, sampah ini dikirim di tempat pembuang akhir (tpa) Sukawinatan dan Karyajaya kertapati.

“Semua sampah tidak dibuang ke Sukawinatan, karena sampah dapat dibuang di tpa Karyajaya, dengan dua lokasi ini sampah tidak menumpuk disatu tpa saja,”kata Mahbuk.

Selama lebaran pihaknya membentuk tim penagulangan sampah, baik itu yang bertugas pada malam hari maupun siang hari, dengan adanya tim ini semua sampah yang dapat diangkut sehingga tidak ada sampah yang menumpuk di pembuangan sementara, sehingga Palembang tetap bersih, rapi dan indah, sebagaimana yang selama ini diintruksikan Walikota Palembang.

Menurut Mahbuk, saat ini pihaknya telah menetapkan pembagian untuk warga Sebrang Ulu, Gandus dan IB 1 dibuang ke Karyajaya, sedangkan 10 Kecamatan lainnya masih dibuang di Sukawinatan, TPA Sukawinatan masih cukup untuk menampung sampah yang dibuang oleh masyarakat.

Sementara itu, hari liburan lebaran membawa keberkehan bagi Tohir salah satu pengangkut Motor, karena dengan banyaknya sampah yang dibuang oleh masyarakat membuat pendapatanya menjadi meningkat, karena pada saat lebaran Tohir mampu mengantongi Rp 100 ribu yang dihasilkan jualan bekas minuman maupun kardus.

“biasanya hanya mampu rp 40 ribu perhari, namun pada saat lebaran pendapatan menjadi lebih banyak, alhamdulliah, sampah yang dapat dijual yaitu botol minuman maupun kardus yang dibuang,”kata Tohir.

Harga kaleng minuman mapun kardus yang dihargai Rp 1000 perkilogram, makin banyak sampah yang dikumpulkan akan membuat pundi-pundi uang berlipat ganda, namun sampah pada tahun ini cenderung lebih dikit dibandingkan tahun lalu.

“tahun ini saya mengangkut sampah hanya dua kali dalam satu lokasi, pada tahun lalu saya mengakut sampah hampir tiga kali, ini menunjukkan sampah rumah tangga mengalami penurunan,”kata Tohir.(eka)