Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Dana Usaha Pemuda Di Kupang Rp1,5 Miliar

0

     Kupang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menyediakan anggaran Rp1,5 miliar untuk pengembangan usaha pemuda bidang perbengkelan dan menjahit untuk kepentingan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan.
“Sebelum diberikan anggaran sebagai modal usaha para pemuda dan pemudi diberikan pelatihan pemantapan melalui kursus di Balai Latihan Kerja (BLK) selama dua pekan,” kata Wali Kota Kupang Jonas Salean  di Kupang, Senin.
Pemberian bantuan dana dan peralatan itu sebagai sebuah kebijakan baru Pemerintah Kota Kupang dari sebelumnya program sama tanpa pemberian modal usaha.
Menurut dia, sebelumnya para pemuda hanya diberikan kursus atau pelatihan di BLK saja dan setelahnya diberikan keluasan mencari modal sendiri untuk memulai usaha.
Namun demikian, kebijakan itu dinilai lamban dan tidak memberikan dampak baik bagi pengembangan usaha para pemuda.
“Bagaimana mungkin tanpa modal yang cukup para pemuda dan pemudi bisa mengembangkan usahanya dalam bidang perbengkelan dan menjahit,” katanya.
Hasil evaluasi itulah, Pemerintah Kota Kupang mengubahnya dan memberikan bantuan modal dan peralatan bagi para peserta kursus dan pelatihan alumni BLK.
Pola penyaluran kata Jonas dilakukan melalui masing-masing kelurahan yang ada, karena pemerintah setempat itulah yang lebih mengetahui kondisi warganya. “Siapa yang layak diikutkan dalam kursus dan dapat bantuan modal dan siapa yang tidak,” katanya.

     Anggaran akan berputar atau bergulir di kelurahan dalam pengawasan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
“Lembaga itu akan bersama perangkat di kelurahan RT dan RW merekrut pemuda dan pemudi untuk program kebijakan itu dan selanjutnya diberikan pelatiahn dan bantuan,” katanya.
Dalam kopnteks itu, Pemerintah Kota Kupang di tingkat atasnya termasuk dinas teknis tidak memiliki hak untuk mengintervensi apalagi menentukan atau membatalkan calon penerima.
Jonas mengatakan program kebijakan itu masih terbatas pada ruang lingkup keahlian montir motor dan menjahit, karena melihat potensi dan pwluang kerjanya di masyarakat.
Banyak pemuda yang ahli dan punya potensi di bidang montir motor yang masih harus bekerja di tempat lain karena tidak punya kemampuan modal membangun bengkel sendiri.
Hal itulah yang akhirnya mendorong pemerintah membantunya dengan anggaran dan peralatan agar bisa membangun bengkel mandiri. “Dengan begitu maka akan semakin baik pemasukannya,” katanya.
Demikian juga untuk menjahit bagi kaum perempuan. “Inilah akhirnya pemerintah menggelontorkan anggaran Rp1,5 miliar untuk setiap kelurahan itu,” katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Kupang, Yeri Padji Kana terpisah mengaku hingga saat ini sudah ada tiga kelompok yang menyelesaikan kursus montir dan menjahit di BLK dan mendapatkan program bantuan modal dan peralatan dari pemerintah.
Setiap kelompok terdapat 20 peserta dari seluruh kelurahan dengan masa waktu kursus atau pendidikan selama dua pekan. “Kita sudah hasilkan tiga kelompok dan saat ini sudah kembangkan usahanya,” kata Yeri.
Dia mengatakan, masih menanti dan akan terus melaksanakan program ini. “Usulan kepsertaan dari kelurahan melalui LPM. Semoga kebijakan ini bisa membantu pemuda dan pemudi daerah ini menjadi lebih baik,” katanya.(anjas)