Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Pertumbuhan Ekonomi SULTENG Tertinggi Se-Sulampapua

0

Palu, jurnalsumatra.com – Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah selama 2015 mengalami pertumbuhan signifikan bahkan menempati urutan teratas di kawasan regional Sulawesi, Maluku, dan Papua.
“Pertumbuhan ekonomi kita mencapai 15,56 persen pada 2015. Capaian itu melampaui target dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2011-2016 yakni 9,45 persen,” kata Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola saat menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan ABPD 2015 di DPRD provinsi setempat, Rabu.
Bahkan kata Longki, secara ril rata-rata pertumbuhan ekonomi 2011-2015 mencapai 9,91 persen. Capaian itu lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi regional Sulawesi, kawasan timur Indonesia dan nasional, masing-masing sebesar 8,08 persen, 6,84 persen dan 5,61 persen.
Pergerakan ekonomi tersebut dapat dilihat dari indikator Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perkapita yakni Rp37,46 juta pada 2015. Jumlah itu mengalami peningkatan dibanding 2014 hanya Rp31,87 juta.
Kurun waktu empat tahun (2011-2015), PDRB Sulawesi Tengah meningkat tajam yakni dari Rp22,547 juta menjadi Rp37,46 juta.
“PDRB kita juga melampaui target RPJMD 2011-2016 yakni Rp26,76 juta,” katanya.
Longki mengatakan pertumbuhan ekonomi yang masih didominasi sektor pertambangan tersebut masih perlu diimbangi dengan peningkatan sektor industri yang bahan bakunya berasal dari potensi sumber daya alam khususnya sektor pertanian maupun sektor perikanan.
Indikator positif dari membaiknya ekonomi di Sulawesi Tengah itu kata Longki, juga dapat dilihat dari menurunnya tingkat kesenjangan pendapatan atau indeks gini rasio.
“Dalam dua tahun terakhir (2013-2015) indeks gini ratio kita menurun drastis menjadi 0,31 poin, dari 0,47 poin di tahun 2014 dan 0,35 poin pada 2014,” sebutnya.
Longki mengatakan data tersebut bukan data karangan dari pemerintah provinsi, melainkan data resmi dari Badan Pusat Statistik.
Indikator pendukung pertumbuhan ekonomi, kata Longki, juga dapat dilihat dari penurunan persentase penduduk miskin.
Penduduk miskin Sulteng sebelumnya 400.410 jiwa atau 14,32 persen pada 2013, berkurang menjadi 387.060 jiwa atau 13,61 persen pada 2014. Namun sedikit mengalami peningkatan pada awal 2015 (Januari-Maret) sebesar 421.630 jiwa atau 14,66 persen.
“Tetapi kita tekan lagi sampai akhir 2015 menjadi 14,07 persen (406.340 jiwa),” katanya.(anjas)