Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Peneliti Ubaya Paparkan Riset Akuntansi Di Thailand-Malaysia

0

     Surabaya, jurnalsumatra.com – Peneliti Universitas Surabaya (Ubaya) Dr Dedhy Sulistiawan SE MSc Ak CA telah memaparkan hasil risetnya dalam bidang akuntansi di Malaysia dan Thailand.
“Pada 2-3 Juni lalu, saya presentasi hasil riset pada Simposium Internasional dalam pertemuan ilmiah SIBR-Thammasat 2016 Bangkok Conference,” katanya di Surabaya, Sabtu.
Pertemuan bertajuk “Earnings Response Coefficient and Technical Analysis Signal around Earnings Announcement Dates in Indonesian Stock Market” itu dihadiri dosen dari Amerika, Australia, UK, Malaysia, Singapura, Thailand, dan sebagainya.
“Untuk dapat mengikuti pertemuan ini, setiap peserta diwajibkan untuk mengirimkan artikel penelitian ilmiah mereka yang kemudian akan diseleksi oleh panitia,” katanya.
Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya yang juga Ketua Perkumpulan “Peneliti Ilmu Sosial Indonesia” itu menjelaskan peserta yang lolos dikategorikan sesuai dengan bidangnya masing-masing yang dibagi per kelas.
“SIBR-Thammasat 2016 juga memberikan kesempatan pada beberapa artikel untuk dipublikasikan di jurnal terindeks SCOPUS, Kebetulan artikel saya juga masuk SCOPUS,” ujar  Ketua Jurusan Akuntansi FBE Ubaya itu.
Dalam risetnya, Dedhy mengangkat topik mengenai respons investor pada laporan keuangan sebuah perusahaan publik di pasar modal. Inisiatifnya muncul karena ia melihat bila sebuah perusahaan melaporkan laporan keuangan tahunan mereka, maka para investor akan bereaksi.
“Bila laporannya positif, maka para investor akan berlomba-lomba membeli saham sehingga nantinya harga jual mereka akan naik. Tetapi bila laporan yang diberikan merupakan berita buruk, maka investor akan menjual semua saham mereka kepada orang lain agar tidak mengalami kerugian,” katanya.
Menurut dia, keunggulan studi ini adalah pada metoda deteksi sebelum pengumuman laba. “Riset yang sama juga saya presentasikan pada pada SIBR-UniKL2016 Kuala Lumpur Conference yang juga dihadiri oleh dosen-dosen dari berbagai negara di dunia pada 12 Februari 2016,” katanya.

     Selain mendapatkan dua hibah penelitian dalam tahun 2016, ia juga mendapatkan Hibah Pengabdian Masyarakat yang merupakan program tahunan dari Dikti pada tahun 2016. Tahun lalu, ia mendapatkan penghargaan artikel terbaik pada salah satu Simposium Nasional di Indonesia.
Riset Unair-UBRU Thailand
Sebelumnya (13/7),  Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Ubon Ratchathani Rajabhat University (UBRU) Thailand telah menyepakati kerja sama riset dalam kunjungan sepuluh delegasi UBRU kepada Rektor Unair Prof Dr Moh Nasih SE MT Ak.
Delegasi UBRU yang dipimpin Assist. Prof. Prachoom Pongpan (Rektor UBRU) adalah Assist. Prof. Dr. Aree Luangna (Wakil Rektor UBRU), Assist. Prof. Damrongchai Sokantat (Dekan Fakultas Pertanian), Assist. Prof. Dr. On Anong Bureelerd (Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat/FKM), Assist. Prof. Chariya Panthwangkoon (Dekan Fakultas Pengobatan Tradisional Thailand), dan sebagainya.
Menurut Rektor Unair Prof Moh Nasih, bidang kerja sama yang dikolaborasikan adalah riset dan publikasi jurnal internasional yang terindeks Scopus, serta pengiriman staf ke UBRU.
“Bidang akademiklah, terutama riset dan publikasi, karena sebelumnya sudah ada pertukaran mahasiswa. Nanti juga ada staff exchange, riset kolaborasi, ke depan kita akan concern pada publikasi. Kita saling mengirim utusan untuk jadi reviewer, dari sini ke sana, dan dari sana ke sini,” tuturnya.
Dalam kunjungan itu, rombongan UBRU juga melakukan penandatanganan nota kesepakatan (Memorandum of Agreement-MoA) dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair untuk tujuan internasionalisasi pendidikan.
Penandatanganan MoA yang dilakukan Dekan FKM Prof. Dr. Tri Martiana dengan Dekan FKM UBRU Assist. Prof. Dr. On Anong Bureelerd itu disaksikan oleh dekanat FKM, Presiden UBRU dan delegasi UBRU lainnya.
Menurut Wakil Dekan I FKM UNAIR Dr. Santi Martini, penandatanganan MoA ini merupakan kelanjutan dari nota kesepakatan yang berlangsung antara 2013-2015 dan pihak UBRU memiliki impresi yang positif terhadap kolaborasi sebelumnya.
“Itu karena selama dengan UBRU setiap tahunnya kami aktif melakukan kegiatan. Kita pernah berkolaborasi riset mengenai penggunaan pestisida parakuat di Jember, outbond activities seperti pertukaran mahasiswa dan staf ke UBRU, dan pelaksanaan konferensi internasional ICOHS pada 30-31 Oktober 2013, dan International Conference di UBRU pada 14-15 Desember 2015,” katanya.
Rencananya, keduanya akan melakukan riset paparan nikotin pada kantong tanaman tembakau seperti Probolinggo, Bojonegoro, dan Jember. “Golnya adalah publikasi internasional, lalu pada tahun 2018 akan diselenggarakan konferensi internasional yang diikuti para peneliti ASEAN,” katanya.(anjas)