Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Walikota Palembang Ikut Tanam Padi di Kelurahan Pulokerto

0
Harnojoyo Ikut Tanam Padi di Kelurahan Pulokerto

Walikota Palembang Ikut Tanam Padi di Kelurahan Pulokerto

Palembang, jurnalsumatra.com – Beberapa waktu lalu Dinas Pertanian sudah berhasil melakukan panen di Sematang Borang dan kini di periode ke dua pada bulan April- September kembali memasuki masa tanam padi di Kelurahan Pulokerto.

Pemerintah kota Palembang (Pemkot) melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan terus membantu, mensuport Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam produktivitas panen padi lebak. Pada termin kedua di tahun 2016, dan pada saat penanaman kali ini Walikota bersama dengan Dinas terkait bersama-sama ikut serta turut serta menanam padi.

Diungkapkan Walikota Harnojoyo usai melakukan penanaman padi di Kelurahan Pulokerto mengatakan merasa optimis kalau petani yang ada di kota Palembang, khususnya Kelurahan Pulokerto bisa maju dengan adanya bantuan dan penyuluhan dari Dinas Pertanian agar mendapatkan pelajaran mengenai cara bertani yang benar. Jumat (15/7/16).

Menurutnya, Jika kendala sistem pertanian tadah hujan seperti ini dengan mengharapakan perairan dari musim penghujan saja, maka sistem produksinya akan sampai dua kali panan.

Pemerintah dalam hal ini akan terus berupaya membantu Gapoktan dan melakukan pendekatan kepada para petani dengan mendengarkan aspirasi mereka dan masukan guna memajukan tanam padi lebak.

Dengan luas lahan 1.200 Hektar di Pulokerto, Pemkot Palembang optimis bisa menjadi kota penghasil beras dan memajukan petani agar tetap semangat dalam menggarap lahan sawah yang ada disini.

Lebih lanjut dikatakannya, masalah yang dihadipi petani saat memasuki musim kering adalah masalah pengairan sementara disini sungai sangat dekat. Maka dari itu Dinas Pertanian harus menjadikan prioritas untuk mengatasi masalah ini, tentunya semua ini harus dilakukan dengan kerja keras.

Menurut Harnojoyo, kuncinya adalah mendengarkan semua keluhan dari para petani, jika semua telah dilakukan dengan cara jemput bola saya yakin Palembang menjadi salah satu kota penghasil lumbung Padi di Sumatera Selatan.

Diungkapkan, Ir. Harrey Hadi, MS selaku Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutan mengatakan bahwa sisa lahan yang baru dilakukan penanaman padi di lahan ini seluas 30 Hektar dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo, yaitu sistem mengatur jarak antara benih pada saat penanaman dengan membuat lorong yang luas serta memanjang seperti barisan tanaman.

Menurut Herry, salah satu keuntungan dari penanaman ini, membuat sirkulasi udara lebih lancar dan secara optimal, sehingga mengurangi resiko penyakit akibat jamur dan bakteri. Selain itu juga pengendalikan hama tikus serta meningkatkan produktivitas pertanian tentunya, untuk mendukung pencapaian target produktivitas, Dinas Pertanian melalui alokasi khusus telah melaksanakan pembangunan fisik seperti membuat Dam berupa Parit sebanyak 10 unit yang tersebar di tiga Kecamatan, Gandus, Kertapati dan Plaju.

“Selain itu membantu pembuatan sumur Bor Arthesis sebanyak 9 unit tersebar di dua Kecamtan Gandus, Kertapati. Juga tidak lupa pembangunan jalan usaha tani sepanjang 5 KM yang terdapat di Kecamatan Kertapati. Semua sudah sesuai dengan harapan Walikota kita, agar petani di Kota Palembang ini lebih produktivitas dalam menghasilkan padi dengan tiga kali tanam,” pungkasnya. (edchan)