Kasus Korupsi Mantan Gubernur SUMUT Secepatnya Dilimpahkan

0

Medan, jurnalsumatra.com – Kasus dugaan korupsi penyaluran dana hibah dan bantuan sosial tahun 2013 dengan tersangka mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho secepatnya dilimpahkan Kejaksaan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Medan untuk disidangkan.
“Dalam waktu 15 hari, berkas perkara dugaan korupsi tersebut akan  diserahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan,” ujar Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumut, Bobbi Sandri di Medan, Rabu.
Gatot Pujo Nugroho, menurut dia, dibawa Tim Kejagung dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, dan tiba di Medan, Selasa (19/7) sekitar pukul 19.30 WIB.
Kemudian, Gatot langsung menuju kantor Kejaksaan Negeri Medan untuk menjalani pemeriksaan sekaligus menyelesaikan administrasi dan dititipkan di Lapas Klas IA Medan.
“Jadi mantan orang pertama di Pemprov Sumut itu untuk sementara menghuni blok khusus tahanan kasus korupsi di Lapas Medan,” ujar Bobbi.
Ia menyebutkan, Gatot berada di lapas tersebut di bawah pengawasan dan tanggung jawab Kejaksaan Agung (Kejagung).
“Saat ini, mantan Gubernur Sumut itu dalam keadaan sehat di Lapas Klas IA Medan,” kata juru bicara Kejati Sumut.
Kejagung menetapkan tersangka terhadap Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan Kepala Kesbangpol Linmas Provinsi Edi Sofyan dalam kasus dugaan korupsi penyaluran dana hibah serta bantuan sosial tahun 2013.
Sedangkan Kepala Kesbangpol Linmas Provinsi Sumut Edi Sofyan telah dihukum 5 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Medan dalam kasus korupsi penyaluran dana hibah serta bantuan sosial tahun 2013 senilai Rp1,1 miliar dan membayar denda Rp200 juta.
Sementara, Gatot Pujo Nugroho dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau pasal 3  Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah melalui UU Nomor 20 Tahun 2001.
Gatot disangkakan tidak menyerahkan kepada SKPD untuk melakukan evaluasi pada saat penyaluran dana hibah dan bantuan sosial Pemprov Sumut.
Kerugian akibat penyaluran dana hibah dan bansos tersebut, diperkirakan mencapai Rp1,6 miliar dari total anggaran sebesar Rp2,1 triliun.
Dalam kasus dana bansos itu, Kejagung telah memeriksa sebanyak 274 orang saksi.
Gatot Pujo Nugroho menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin, Bandung, dalam kasus penyuapan Hakim PTUN Medan.(anjas)