Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Hama Wereng Serang Tanaman Padi Di Bojonegoro

0

Bojonegoro, jurnalsumatra.com – Hama Wereng batang coklat menyerang tanaman padi seluas 150 hektare dengan usia berkisar 55-65 hari di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dalam sepekan terakhir.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro Akhmad Djupari, di Bojonegoro, Kamis, menjelaskan tanaman padi yang diketahui diserang hama wereng di Desa Klampok, Sukowati, Bakalan dan Pohbogo, Kecamatan Kapas.
Hama wereng yang menyerang tanaman padi di wilayah setempat, katanya, sudah diambang batas aman, sebab jumlahnya rata-rata lebih dari 20 wereng per rumpun padi.
“Kalau masih jumlahnya masih di bawah 20 wereng per rumpun terhitung masih aman,” tandasnya.
Mengantisipasi serangan hama wereng di sejumlah desa itu, katanya, petani melakukan penyemprotan dengan memanfaatkan insektisida untuk membasmi hama wereng dilakukan sejak dua hari ini.
“Penyemprotan tanaman padi yang diserang hama wereng coklat dengan insektisida dilakukan petani dengan bantuan petugas dinas pertanian,” ucapnya, menegaskan.
Bahkan, menurut dia, penyemprotan tanaman padi yang rawan diserang hama wereng atau diketahui sudah ada tanda-tanda diserang hama wereng juga dilakukan di lokasi lainnya sejak sebulan terakhir.
“Meningkatnya serangan hama wereng dipicu hujan yang masih turun di musim kemarau, sehingga kondisi basah memudahkan perkembangan hama wereng,” tuturnya.
Meski demikian, ia optimistis serangan hama wereng pada tanaman padi di daerahnya pada musim kemarau ini tidak menganggu produksi tanaman padi.
“Ya sepanjang pembasmian hama wereng terus menerus dilakukan maka dampak penurunan produksi bisa diperkecil,” tuturnya.
Sesuai data luas areal tanaman padi di daerah setempat yang tertanam April-Juni mencapai 43.680 hektare.
“Kami minta petani segera melapor kalau memang tanaman padinya diketahui ada serangan hama wereng. Kami memberikan bantuan gratis obat pembasmi hama wereng,” ujarnya.
Ia juga meminta petani di daerahnya memilih menanam tanaman palawija setelah panen tanaman padi ini, untuk menghindari gagal panen akibat kesulitan memperoleh air.
“Tapi sepanjang kebutuhan air diperhitungkan mencukupi ya tidak masalah tetap menanam tanaman padi lagi,” tandasnya.(anjas)