Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


BNN SUMSEL Tingkatkan Razia Narkoba

0

Palembang, jurnalsumatra.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan berupaya meningkatkan razia penyalahgunaan narkotika, psikotropika, zat adiktif, dan obat-obatan berbahaya lainnya di sejumlah tempat yang diduga menjadi tempat mengkonsumsi barang terlarang itu.
“Sekarang ini kami bersama aparat penegak hukum lainnya berupaya meningkatkan razia di tempat hiburan malam, rumah kost dan tempat lainnya yang berpotensi dijadikan tempat mengkonsumsi narkotika, psikotropika, zat adiktif, dan obat-obatan berbahaya lainnya (narkoba),” kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan Brigjen Pol M Iswandi di Palembang, Senin.
Menurut dia, pihaknya bekerja sama dengan pihak kepolisian dan aparat lainnya secara intensif melakukan razia di sejumlah tempat dalam wilayah Kota Palembang dan daerah Sumsel lainnya.
Dalam kegiatan razia narkoba, beberapa waktu lalu pihaknya berhasil mengamankan puluhan pengunjung tempat hiburan malam dan penghuni rumah kost yang diduga sebagai pengguna dan pengedar barang terlarang itu.
Masyarakat yang diamankan itu, dalam proses pemeriksaan terbukti sebagai pengguna atau korban penyalahgunaan narkoba dan ada yang menjadi penjual atau bandar narkoba.
Masyarakat yang tergolong sebagai korban penyalahgunaan narkoba, dibantu untuk rehabilitasi agar bisa melepaskan diri dari belenggu kecanduan barang terlarang itu, sedangkan yang tergolong pengedar diproses secara hukum, katanya.
Dia menjelaskan, pihaknya akan berupaya secara maksimal memberantas penyalahgunaan narkoba di wilayah provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu, karena barang terlarang tersebut telah masuk ke berbagai lapisan masyarakat.
Untuk melakukan pemberantasan narkoba, selain gencar melakukan razia dan tindakan hukum secara tegas, BNN Sumsel juga memberi kesempatan kepada masyarakat yang kecanduan barang terlarang itu mengikuti program rehabilitasi.
“Bagi masyarakat yang dengan kesadaran sendiri berupaya melepaskan diri dari belenggu barang terlarang itu, dapat melapor ke kantor BNN Sumsel dan akan dibantu proses pemulihan kecanduannya di beberapa tempat rehabilitasi dalam wilayah Sumsel dan pusat rehabilitasi narkoba Lido di Bogor, Jawa Barat.
Pada 2015 ini pihaknya mendapat tugas dari pusat untuk melakukan rehabilitasi 2.431 pecandu narkoba dengan menggunakan sejumlah fasilitas yang ada di wilayah Sumatera Selatan.
Berdasarkan data, hingga Agustus ini tercatat 1.061 pengguna narkoba di provinsi ini difasilitasi menjalani program rehabilitasi.
Pencandu narkoba yang dengan kesadaran sendiri untuk melepaskan diri dari kecanduan dan pengaruh narkoba akan direhabilitasi hingga sembuh tanpa dikenakan biaya dan tidak akan diproses secara hukum seperti yang diterapkan kepada pencandu yang ditangkap dalam suatu operasi pencegahan dan pemberantasan narkoba, kata Iswandi.(anjas)