Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


OJK Imbau Kreditur BAJ Urus Klaim Asuransinya

0

     Jayapura, jurnalsumatra.com – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat Misran Pasaribu mengimbau para kreditur PT Asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ) segera mengurus klaim asuransinya ke kurator yang telah ditunjuk, setelah perusahaan tersebut dinyatakan pailit.
“Selanjutnya para kreditur dan pemegang polis diharapkan dapat segera mengajukan tagihan kepada kurator dengan alamat Wisma Bumi Asih Jaya Lantai 1, Jakarta Timur, dengan batas akhir 30 Agustus 2016,” ujarnya di Jayapura, Jumat.
Ia menyebutkan ada tiga kurator yang telah ditunjuk menangani hal tersebut, yaitu Raymond B Pardede (08161858734), Lukman Sembada (08179926268/081299230909) dan Gindo Hutahean (0813222833378) atau mengirim surat elektronik ke alamat [email protected] dan [email protected].
Misran juga menyebutkan ada masyarakat Papua dan Papua Barat yang memiliki polis ke BAJ, namun jumlahnya tidak terlalu banyak. Meski begitu OJK tetap mendorong agar mereka segera mengurus pengembalian hak-hak mereka.

     “PT BAJ berkantor pusat di Jakarta sehingga tim pengawasnya juga ada di Jakarta. Yang di Papua ini ada dua kantor pemasaran, di Jayapura dan Sorong. Sebelum diumumkan tim kurator ini, sudah ada lima orang yang datang ke OJK yang mengadu sebagai kreditur BAJ,” kata dia.
“Jadi mereka memang belum tahu bagaimana penyelesaian proses ini. Di Sorong juga ada satu orang yang menanyakan hal ini. Jadi relatif sedikit yang sudah menanyakan kita di sini,” sambungnya.
Ia mengakui hingga kini belum ada lembaga yang dapat menjamin investasi masyarakat di perusahaan asuransi. Karena itu, dia mengingatkan agar mereka bisa lebih berhati-hati dalam berinvestasi.
“Kalau di industri perbankan ada namanya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), untuk jumlah deposito di bawah Rp2 miliar, itu dijamin LPS dan diberi suku bunga maksimum LPS. Sedangkan untuk perusahaan asuransi belum ada lembaga penjamin,” katanya lagi.
Misran mengemukakan bahwa OJK punya kompartemen perlindungan konsumen. Ppihaknya terus memberi edukasi kepada masyarakat agar mereka berhati-hati dalam berinvestasi.(anjas)