Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


ASITA: Pariwisata Tidak Hanya Identik Keindahan Alam

0

Padang, jurnalsumatra.com – Ketua DPD Association of the Indonesian Tours and Travel (Asita) Sumatera Barat (Sumbar), Ian Hanafiah mengatakan pariwisata tidak hanya identik dengan keindahan alam, melainkan tergantung pada daya tarik wisata.
Ia di Padang, Selasa, menegaskan semua pihak perlu mengubah pola pikir dan cara melihat terkait kepariwisataan karena hal itu tidak hanya tentang alam, namun kinerja pemerintah serta sektor lain juga punya daya tarik tersendiri terhadap wisatawan.
“Semua itu punya daya tarik wisata, jadi tidak ada alasan untuk hanya fokus pada pengembangan satu sektor saja,” ujarnya.
Ia mencontohkan untuk kinerja pemerintah setempat, jika kinerjanya baik, tentu banyak pemerintah daerah lain yang melakukan kunjungan kerja dan hal itu juga mendukung perkembangan pariwisata.
Begitu pula dengan perkembangan di sektor lainnya seperti pertanian, perkebunan, pertambangan dan sebagainya.
Jika perkembangan di berbagai sektor itu bisa melegit dan menjadi daya tarik bagi masyarakat di daerah lain, tentu juga menguntungkan pariwisata dengan banyaknya tingkat kunjungan ke daerah.
Selain itu, ia mengemukakan wisata rohani juga menjadi salah satu alternatif dan pembuktian bahwa pariwisata tidak hanya tentang keindahan alam, seperti yang ada di Kota Padang dan Bukittinggi.
“Wisata rohani di Sumbar terus berjalan khususnya untuk ziarah masyarakat Tionghoa dan diminati karena keunikannya,” jelasnya.
Sementara Akademisi Universitas Andalas (Unand) Padang, Dr Sari Lenggogeni mengemukakan citra pariwisata Sumbar bagi wisatawan Nusantara masih rendah dibandingkan daerah lain di Tanah Air sehingga perlu ditingkatkan.
Menurutnya, hal itu disebabkan belum ada konektivitas dan kualitas daerah tujuan wisata yang ramah keluarga, termasuk dari segi fasilitasnya.
Begitu pula dengan adanya persoalan keamanan daerah tujuan wisata yang masih belum terselesaikan seperti bebas pemalakan, premanisme dan tarif tidak wajar.
“Perlu adanya perubahan karena wisata bukan hanya objek, tapi semua potensi yang ada pada suatu kawasan,” katanya.(anjas)