Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Rektor : Ketersediaan Insinyur Masih 50 Persen

0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Jumlah ketersediaan insinyur lokal yang dimiliki Indonesia masih berkutat sekitar 50 persen dari yang seharusnya dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, kata Rektor Sampoerna University Wahdi Yudhi.
“Indonesia akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar ketujuh pada 2030. Untuk bisa mencapai ke sana, kini saatnya  berupaya meningkatkan jumlah ahli teknik harus dipenuhi,” kata Wahdi di Jakarta, Selasa.
Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mencatat bahwa kini Indonesia hanya memiliki sekitar 750.000 insinyur. Padahal, setidaknya dibutuhkan 1,5 juta insinyur guna bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kisaran 7-10 persen per tahun, berdasarkan data yang diterima Antara.
Wahdi juga menjelaskan, pendidikan teknik dioptimalkan tidak hanya kualitasnya tetapi juga jumlahnya. Ia menyampaikan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek) pada April 2016 memandatkan 40 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk membuka program profesi keinsinyuran.
Wahdi mengatakan, ibarat sebuah kolam, industri di Indonesia mesti lebih banyak diisi dengan tenaga teknik dari Indonesia. żJangan sampai kita menjadi penonton di negara sendiri karena tenaga asing yang banyak masuk ke kolam tersebut. Kita harus menciptakan tenaga yang tidak hanya memenuhi standar kualitas Asia tetapi juga dunia.

    Tidak hanya dari segi kuantitas, menurutnya, Indonesia membutuhkan tenaga insinyur yang berkualitas serta siap kerja dan siap mendunia. Untuk menyeimbangkan hal ini, para calon insinyur harus dibekali dengan kompetensi global sehingga bisa bersaing dengan tenaga kerja asing, baik di Indonesia maupun di negara lain.
Di samping itu, selain memberikan pendidikan berkualitas, lembaga pendidikan semestinya memberikan fasilitas yang menunjang pendidikan tersebut. Hal ini menjadi perhatian Sampoerna University, sehingga dalam upayanya memberikan pendidikan terbaik, institusi ini menghadirkan fasilitas laboratorium termutakhir dan jurusan terakreditasi internasional ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology).
ABET merupakan akreditasi yang diberikan kepada program studi yang telah memenuhi standar internasional baik dari segi kurikulum, fasilitas, kegiataan kemahasiswaan, serta program pengembangan kompetensi mahasiswa. Bukan hanya itu, Sampoerna University yang mengaplikasikan sistem pendidikan Amerika berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts and Math) ini juga didukung oleh tenaga pendidik yang mendapatkan sertifikasi profesional dari Amerika.(anjas)