Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


POLRES Imbau Warga Laporkan Penarikan Kendaraan Di Jalan

0

Cianjur, jurnalsumatra.com- Polres Cianjur, Jabar, mengimbau warga untuk melaporkan penarikan kendaraan di jalan yang dilakukan pihak ketiga karena sudah tidak diperbolehkkan dan telah dilakukan penertiban.
“Kalau ada kasus penarikan kendaraan di jalan apalagi berakibat kehilangan harta ataupun benda maka segera dilaporkan pada pihak kepolisian. Berdasarkan aturan, penarikan kendaraan oleh pihak ketiga sudah tidak diperbolehkan,” kata Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu, di Cianjur Rabu.
Selama ini ungkap dia, Polres Cianjur telah berusaha menertibkan debt collector yang berkeliaran karena dianggap meresahkan dan dapat menimbulkan kecelakaan terhadap warga terutama pemilik kendaraan kredit.
“Belum lama ini kami telah menertibkan belasan orang dari mereka, kami cukup kesulitan kkarena tidak ada identitas khusus yang menunjukan profesi mereka. Harapan kami pihak leasing ikut aturan untuk tidak menggunakan jasa pihak ketiga,” katanya.
Sementara Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Cianjur, mencatat sepanjang 2016, sudah mendapatkan lebih dari 8 laporan terkait sengketa kendaraan antara leasing dengan nasabah.
Kepala BPSK Cianjur, Judi Adi Nugroho, mengatakan, laporan yang menyangkut leasing tersebut mayoritas terkait masalah penarikan kendaraan yang pemiliknya terlambat membayar tagihan. Sebagian besar pemilik merasa keberatan dengan beban biaya penarikan kendaraan yang dilimpahkan pada nasabah.
“Kemungkinan laporan yang masuk akan lebih meningkat dibandingkan tahun lalu. Penarikan kendaraan harus didasari dengan kuat, sebab konsumen memiliki hak yang dilindungi dalam undang-undang konsumen tahun 1999,”katanya.
Dia mengungkapkan, banyaknya warga yang menyelesaikan sengketa atau permasalahan menyangkut leasing melalui BPSK karena proses yang mudah, murah dan cepat.¿Seluruh persengkataan antara satu pihak dengan pihak lainnya banyak terselesaikan di sini, bahkan melalui mediasi perselisihan bisa selesai,¿ katanya.
Sementara Rasidi (45) warga Kampung Lio, Kelurahan Muka, Cianjur, korban pihak ketiga dari leasing harus kehilangan uang Rp 3,5 juta yang disimpan di bagasi sepeda motornya setelah kendaraan miliknya diambil paksa empat orang debt collector.
Namun setelah menanyakan ke pihak leasing dan debt collector yang mengambil paksa sepeda motornya itu, mereka tidak mengakui telah menemukan uang di dalam jok sepeda motor, namun keterangan mereka berbeda-beda sehingga dia akan melaporkan hal tersebut ke Mapolres Cianjur.
“Saya menyimpan uang tersebut di dalam saku jas hujan yang tersimpan di dalam bagasi sepeda motor. Namun keempat orang tukang tagih itu, tidak mengakui telah menemukan uang termasuk pihak leasing. Saya akan tempuh jalur hukum,^katanya.(anjas)