Dishub Sumsel Lebay Akan Nyetop Angbara

0
Kedatangan Presiden ke Palembang Tertunda

Dishub Sumsel Lebay Akan Nyetop Angbara

PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Dinas Perhubungan Sumsel Masih lebay akan menindak Angkutan Batubara (angbara) yang melintasi jalan jalan dalam provinsi Sumsel. Hal ini disampaikan pada sejumlah wartwan, Rabu (27/7/2016). Dalam Pernyataanya Dishub akan menindak tegas angkutan batubara yang masih melintasi jalan umum, dan tidak mematuhi Surat Edaran Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Nomor 041/Dishubkominfo/2015.

Sesuai dengan surat edaran tersebut, angkutan batubara mempunyai jam operasional saat melintasi jalan umum. Operasional angkutan dari pukul 18.00 WIB dari Kabupaten Lahat dan berakhir Pukul 05.00 WIB di Kota Palembang.

Menurut kepala Dinas Dishubkominfo Sumsel, Nasrun Umar mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan perwakilan masyarakat yang dilintasi mobil angkutan batubara, dari Kabupaten Muara Enim, Kota Prabumulih, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Ogan Ilir.

“Agar permasalahan ini dapat diselesaikan, saya (Dishubkominfo Sumsel) akan berkoordinasi dengan Kadishub kabupaten/kota melakukan penertiban dan pengawasan ketat surat edaran gubernur,” tegasnya usai menemui perwakilan masyarakat yang dilintasi angkutan batubara, Dishubkominfo Sumsel, Rabu (27/7).

Menindaklanjuti apa yang telah disampaikan dari perwakilan masyarakat kabupaten/ kota tersebut, Dishubkominfo langsung mengeluarkan surat yang yang ditujukan kepada Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kota. Ada tiga hal pokok yang disampaikan dalam surat tersebut.

Pertama, segera menindaklanjuti dan melakukan penrtiban angkutan batubara sesuai Surat Edaran Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Nomor 041/Dishubkominfo/2015. Kedua, menertibkan angkutan batubara yang melanggar jam operasional angkutan batubara dari Pukul 18.00 WIB dari Kabupaten Lahat dan berakhir pukul 05.00 WIB di Kota Palembang.

Ketiga, menindak dengan tegas para supir angkutan batubara yang tidak mematuhi Surat Edaran Gubernur Sumatera Selatan dimaksud.

“Apabila angkutan batubara keluar dari aturan itu. Akan kami lakukan penindakan, mobil yang bersangkutan tidak boleh lagi digunakan. Itukan ada kartu pengawasan, Kartu pengawasan itu dicabut, selesai mereka tidak bisa lewat lagi,” ungkapnya.

Selanjutnya, mereka akan memanggil asosiasi pengusaha batubara. Mengenai masih adanya pelanggaran yang dilakukan oleh para supir angkutan batubara melintasi jalan umum, dan tidak mematuhi jadwal yang telah ditentukan”jelasnya”(rn)

Share.