Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


GP Ansor Sulteng Sepakat Tangkal Gerakan Radikalis

0

    Palu, jurnalsumatra.com – Polda Sulawesi Tengah bersama Gerakan Pemuda Ansor setempat sepakat bergandengan tangan menangkal meluasnya gerakan radikalis pengganggu keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kesepakatan tersebut dibangun saat Direktur Binmas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Yusuf Hondawan Naibaho bersilaturahim dengan seluruh jajaran Pimpinan Wilayah GP Ansor di Palu, Rabu malam, di sekretariat badan otonom Nahdlatul Ulama itu.
“Ini kunjungan saya pertama ke organisasi kepemudaan,” kata Yusuf.
Yusuf bersama rombongan diterima Ketua PW Ansor Adha Nadjemuddin bersama seluruh jajaran pengurus dan beberapa dewan penasihat seperti Aminullah (anggota DPRD Sulteng), Amin Taher (sekretaris dewan Tanfidz PKB Sulteng) dan Rusdin Ahmad (sekretaris dewan penasihat dan pakar filsafat di IAIN Palu) juga hadir dalam pertemuan itu.
“Untuk mengatasi radikalisme kami perlu menggandeng semua organisasi kepemudaan,” kata Kapolda.
Turut hadir dalam pertemuan itu Ketua Ansor Kota Palu Moh Kaharu dan Ketua Ansor Sigi Anhar Lasingki.
Mantan Kapolres Parigi Moutong itu mengatakan akan mengunjungi organisasi kepemudaan yang lain sehingga terwujud kebersamaan untuk menangkal meluasnya radikalisme.
Yusuf mengatakan dengan tewasnya Santoso dalam kontak senjata dengan Satgas Tinombala, harus tidak ada lagi “Santoso” berikutnya.

    “Saat ini dan insya Allah ke depan, kawan-kawan kita sudah bisa konsentrasi membangun daerah ini dengan tewasnya Santoso,” katanya.
Yusuf juga menawarkan agenda kerja sama dengan GP Ansor dan hal yang sama juga dilakukan kepada organisasi kepemudaan lainnya guna memperkuat keamanan NKRI.
Sementara itu Ketua GP Ansor Sulteng Adha Nadjemuddin mengatakan bagi Ansor NKRI adalah harga mati.
Adha mengatakan, menangkal meluasnya gerakan radikalis di Tanah Air menjadi tanggungjawab bersama seluruh elemen bangsa dengan mengedepankan pemahaman Islam inklusif atau Islam Nusantara.
“Kita punya ciri khas keindonesiaan dan kebangsaan yang tidak dimiliki oleh negara lain,” katanya.
Adha mengatakan visi GP Ansor sangat jelas, tegas dan sudah menjadi agenda gerakan nasional yakni revitalisasi tradisi keislaman dan keindonesiaan, distribusi kader dan penguatan ekonomi kader.
Menurut Adha saat ini bermunculan organisasi dengan paham yang menantang bahkan mengharamkan kegiatan keislaman seperti Maulid Nabi dan halal bi halal, padahal tradisi itu sudah menjadi khasanah keindonesiaan yang harus terus dipertahankan.(anjas)