SEKDA: Aparatur Berkualitas Kunci Pemerintahan Yang Baik

0

Banda Aceh, jurnalsumatra.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Dermawan menyatakan ketersediaan aparatur berkualitas merupakan kunci mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Pemerintah Aceh terus melakukan berbagai upaya dalam melahirkan aparatur pemerintahan yang berkualitas guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,” katanya dalam pidato tertulis dibacakan Asisten III Setda Aceh, Syahrul Badruddin di Banda Aceh, Rabu.
Di sela-sela menutup Diklat Kepemimpinan (PIM) Tingkat IV Angkatan I dan II, Tahun Anggaran 2016, Dermawan mengatakan diklat yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh tersebut juga salah satu upaya melahirkan aparatur sipil negara yang memiliki kompetensi dan kecakapan dalam melaksanakan tugas yang diberikan.
“Artinya, tanggungjawab yang dijalankan nantinya dapat dilaksanakan dengan efektif, efisien, jujur, transparan dan akuntabel agar cita-cita kita dalam menciptakan pemerintahan yang baik di lembaga birokrasi dapat tercapai,” katanya.
Pihaknya juga berharap peserta Diklat PIM IV mampu menerapkan materi-materi yang dipelajari dalam menjalankan tugas sehari-hari secara professional dan mendorong terlaksananya program reformasi birokrasi di seluruh jajaran Pemerintahan Aceh.
“Saudara-saudari adalah masa depan untuk penggerak kekuatan di lembaga  Pemerintahan di Aceh. Persiapkan diri dengan baik, jadilah aparatur  yang cerdas, cekatan, jujur, disiplin dan memiliki etos kerja yang tinggi,” katanya.
Sebanyak 60 peserta Diklat PIM IV, Angkatan I dan II, Tahun 2016 itu telah mengikuti kegiatan pelatihan selama 893 jam di BKPP Aceh.
“Jangan cepat menyerah saat menghadapi beban kerja yang berat. Perkuat  kemampuan kepemimpinan dan bangun tim kerja yang kompak, sehingga semua  tanggungjawab dan yang diberikan dapat dikerjakan dengan baik,” katanya.
Menurut Sekda, ada tiga substansi penting yang yang patut menjadi bekal para  peserta dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara yakni  sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat dan negara.
Selanjutnya kompetensi teknis, manajerial dan kepemimpinan dan efesiensi, efektivitas dan kualitas pelaksanaan tugas yang dilakukan dengan semangat kerja dan tanggungjawab sesuai dengan lingkungan kerja dan  organisasinya.
“Ketiga substansi tersebut merupakan modal yang sangat penting untuk dapat tampil sebagai implementor program pembangunan di masyarakat. Saya berharap semua materi yang dipelajari itu dapat dijadikan sebagai pemicu bagi saudara-saudari untuk dapat tampil sebagai pelayan rakyat yang jujur dan berkualitas,” katanya.(anjas)