Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Wartawan Musirawas Kecam Pejabat Pengancam

0

unjuk rasa wartawan muraMusirawas, jurnalsumatra.com  – Puluhan wartawan yang bertugas di Musi Rawas yang terhimpun dalam organisasi HJD ( Himpunan Jurnalis Daerah ) melakukan aksi demo di kantor pemkab Musi Rawas,Senin (1/8/2016).

Aksi tersebut meminta kepada pihak pemerintah pemkab Musirawas untuk menindak lanjuti salah satu oknum pejabat Musirawas yang diduga melakukan intimidasi secara brutal dan pengancaman kepada salah satu jurnalis yang bertugas di Musirawas

” Kami mengecam dan mengutuk keras,reaksi berlebihan yang melakukan pengancaman kepada jurnalis dengan senjata tajam dan mengunakan jasa preman,ini membuktikan sikap kerdil dan dangkal seorang pejabat dalam menyingkapi sebuah karya jurnalistik,sekaligus kami meminta untuk mencopot dan menindak tegas oknum tersebut ” menurut Taufik Gonda selaku korlap saat orasi berlangsung

Dalam aksi tersebut HJD (Himpunan Jurnalis Daerah) mengajukan beberapa poin tuntutan meraka kepada pemkab Musirawas

1.Mengecam dan mengutuk keras raeaksi berlebihan oknum pejabat musirawas,yang melakukan pengancaman dengan menggunakan jasa preman.ini membuktikan sikap kerdil dan dangkal seorang pejabat dalam menyingkapi sebauh karya jurnalistik

2.Dengan bereaksi melakukan pengancaman,aksi premanisme dalam menyikapi sebuah pemberitaan adalah bentuk pejabat yang tidak memahami fungsi kontrol sosial yang dijalankan media,tindakan oknum tersebut menjadi bukti pejabat yang tidak profesional,serta jauh dari harapan masyarakat

3.Dengan mengancam menggunakan senjata tajam,cara arogan,memakai jasa preman yang dilakukan oknum pejabat tersebut,membuktikan yang bersangkutan tidak mencerminkan pejabat yang taat dan patuh hukum

4.Mencopot dan menindak tegas pejabat musirawas yang menggunakan jasa preman dalam melayani tugas dan karya jurnalistik

5.Mencopot dan menonaktifkan kepala Dinas terkait,karena dianggap tidak mampu membina bawahnya menjadi pejabat aparatur negara yang beretika dan bermoral,serta patuh hukum

6.mendesak dan menuntut Pemerintah Kabupaten Musi Rawas,untuk berkoordinasi secara aktif dan koopratif terkait pengancaman menggunakan senjata tajam yang di lakukan oknum bersama dua orang suruhannya,dengan mendorong proses hukum berjalan secara transparan dan adil

7.Mencopot dan menonaktifkankan oknum pejabat tersebut,karena berperilaku tidak selayaknya seorang pejabat,dan persoalan ini agar menjadi perhatian semua pihak,khususnya pejabat yang menjalankan program Musi Rawas SEMPURNA,sehingga kedepan tidak menjadi preseden buruk bagi wartawan yang bertugas di Musi Rawas

Dikesempatan itu,seluruh jurnalis menandakan matinya jurnalistik di daerah Musi Rawas dengan dikumpulkannya seluruh kartu pers dan di letakan di tanah,sekaligus sebagai tanda kekecewaan mereka yang menimpa tentang kejurnalistikan.

Diketahui bahwa pengancaman jurnalis yang dilakukan oleh salah satu oknum pejabat yang diduga tersebut,sudah di ajukan keranah hukum dan sedang di proses oleh pihak kepolisian. (Ryan)