Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Duo DJ Lokal Ujuk Kebolehan di S-Lounge Palembang

0
Duo DJ Lokal Ujuk Kebolehan di S-Lounge Palembang

Duo DJ Lokal Ujuk Kebolehan di S-Lounge Palembang

Palembang, jurnalsumatra.com – Pergantian jadwal buka di S-Lounge yang biasanya pada hari Minggu tutup kini diganti dengan tutupnya pada hari Senin dan membuka tempat hiburannya pada hari Minggu yang jatuh malam Senin dengan menghadirkan talent-talent DJ dari local.

Minggu malam 31 July dengan penampilan Special Perform Guest Duo DJ yaitu DJ Elmo dan Kelik Radinka dan juga tak ketinggalan S-Lounge Resident DJ Angga, DJ Cinta Sophia dan DJ Cheery Queen bersama Live Band dari BnB Indonesia serta S-Lounge Sexy Dancer yang dibuka dari pukul 20:00 wib.

Saat dibincangi jurnalsumatra.com Klik Radinka dengan banyaknya bermunculan beberapa DJ baru, khususnya para DJ yang rata-rata cewek dengan penampilan sexy dan cantik mengatakan “Sekarang banyak FDJ yang dipakai buat show karena nilai jual dari segi marketing clubnya” ungkapnya dengan DJ cewek cantik dan bohai

“Sedangkan kalau dari taste dj nya sendiri jauh dari skils nya, contohnya kalau dulu orang dateng ke club itu memang buat nikmati music dj dan tiap dj itu punya taste music yang beda-beda dari segi ganre, nah kalau sekarang orang dateng ke club itu lihat dulu siapa fdj nya cantik/bohai atau enggak dan sekarang semua dj itu sama lagu-lagunya. Makanya kalau aku perhatiin dunia entertainment malam sudah lebih kurang lebih 5 tahun sepi karena itu tidak ada taste dj nya dan lagu-lagu dj sekarang itu hampir sama semua.” Tambahnya.

Menurutnya, kalau buat populer dj cowok sama dj cewek, jelas kalau dari segi marketing club itu, mereka lebih memilih fdj tapi kalau buat yang memang penikmat lagu/skils itu tetep dj cowok yang mereka cari.

Lebih lanjut dikatakannya, berkaca dari sana kami bersama teman-teman seperti aku sendiri Klik, Elmo, Zboom, Yudha pengeng ngupuli DJ Palembang, untuk membuat PDJI Palembang dan itu di register ke PDJI Jakarta-Dinas Pariwisata, dengan tujuannya biar DJ local kompak. Misalnya, kalau ada club yang “nakal” itu bisa kita block atau kalau ada dj yang banting harga itu bisa di kasih SP, tapi kalau di Palembang susah buat di satuin, beda pada waktu tahun 2006 sampai, 2012 an itu aku setting semua club Palembang pake lokal dj.

Diakuinya, untuk sekarang ini dj lokal, enggak ada taste sama skils dan mental karena itu dj lokal Palembang tanggung sekarang, makanya di dominasi sama dj-dj luar Palembang beda dengan kompaknya dj kota lain seperti contoh DJ Bandung, Jogya, Malang dan Surabaya.

“Karena itulah kami pingin membuat persatuan dj Palembang, tapi belum sempat terlaksana karena pas waktu itu puasa dengan mengundang semua sekolah dj dan para dj barunya, tapi yang datang malah cuma itu-itu saja” hela nya, inilah susahnya orang Palembang” pungkasnya. (edchan)