Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


BPBD Mataram Siagakan Personel Antisipasi Gelombang Pasang

0

Mataram, jurnalsumatra.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram menyiagakan personelnya di sembilan kilometer pantai di kota itu untuk mengantisipasi gelombang pasang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram H Supardi di Mataram, Kamis, mengatakan antisipasi dilakukan pascaterjadinya gelombang pasang dengan ketinggian sekitar 1,5 meter pada Rabu (3/8) sekitar pukul 09.10 WITA.
“Namanya bencana, jadi kita tidak bisa memprediksi kapan gelombang pasang terjadi, karena itu kita hanya bisa siaga dan antisipasi,” katanya.
Dikatakanya, personel yang diturunkan untuk mengantisipasi gelombang pasang sekitar 17 orang dari tim reaksi cepat (TRC), termasuk tim yang melakukan patroli.
“Mereka bertugas memantauan perubahan kondisi angin dan gelombang untuk dilaporkan sehingga bisa diantisipasi segera,” katanya.
Berdasarkan laporan, katanya, untuk saat ini kondisi gelombang di sembilan kilometer perairan Kota Mataram relatif stabil dan gelombang cukup landai.
Dengan demikian, nelayan masih bisa melaut tetapi tetap diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap perubahan cuaca.
“Kita tidak ingin nelayan kehilangan aset karena kurang hati-hati saat melaut,” katanya.
Di sisi lain, lanjutnya, dampak dari gelombang pasang Rabu (3/8) sebagian besar menerjang permukiman warga di kelurahan Bintaro, sehingga warga sempat panik menyelamatkan barang-barang mereka.
Di Kelurahan Bintaro, katanya, terdapat muara sungai yang sangat rentan dengan gelombang pasang, apalagi rumah penduduk di kawasan tersebut masih banyak berada di sempadan pantai.
“Kita bersyukur, kemarin penanganan kita lakukan cepat dengan membuat talut sementara dengan karung berisi pasir sebanyak 50 karung,” katanya.
Diharapakan, ke depan pemerintah kota dapat segera merencanakan relokasi rumah warga yang masih berada di sempadan pantai untuk antisipasi gelombang pasang.
“Menurut aturan sempadan pantai sekitar 100 meter, tetapi kondisi saat ini masih banyak rumah penduduk yang dibangun bahkan kurang dari 50 meter dari sempadan pantai,” katanya. (anjas)