Tim PORAS Intensifkan Pengawasan WNA

0

kantor imigrasi palembangPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Tim Pengawasan Orang Asing (Poras) Kota Palembang dan Ogan Komering Ilir (OKI) meningkatkan pengawasan. Selain memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) juga sejak diberlakukannya bebas visa di Indonesia, sehingga dapat mengantisipasi masuknnya warga negera asing (WNA) ke Palembang.

Tim Poras terdiri dari pihak Imigrasi Kelas I dan Pemerintah Kota Palembang. Kedepan, tim tersebut akan lebih intens terjun langsung ke lapangan dalam pengawasan. Pasalnya, beberapa waktu terakhir, puluhan WNA telah di deportase dari wilayah kerja Imigrasi Palembang.

“Kita intensifkan lagi tim Poras ini terutama dari sisi komunikasi, hal ini juga untuk meminimaliris adanya penyalahgunaan visa untuk kunjungan ke wilayah Palembang, baik sisi keimigrasian maupun ketenagakerjaan,”kepala imigrasi Palembang, Barlian, Kamis (4/8).

WNA cukup banyak menetap di Palembang dan OKI yang merupakan wilayah kerja Imigrasi Palembang terutama untuk sebagai tenaga kerja di berbagai pabrik Pulp dan perkebunan. “Sejak di bebaskan visa bagi 169 negara termasuk Palembang untuk kunjungan wisata, ada saja yang menyalahgunakannya untuk bekerja, sementara yang WNA bekerja tidak memperpanjang masa izin tinggal,” jelasnya.

Beberapa waktu terakhir puluhan orang teralh dideportase dari Palembang. Ia mengatakan, Juli lalu, satu orang WNA dari Tiongkok, saat ini pihaknya sedang memproses di pengadilan satu WNA asal Myanmar. Kemudian satu lagi dari Srilanka sedang dalam penyidikan. “Semuanya kasus penyalahgunaan visa, tidak sesuai izin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Palembang Isnaini Madani mengatakan, di Palembang ada ratusan WNA dari 14 negara yang menjadi tenaga kerja diberbagai perusahaan dan yayasan. “Hingga saat ini ada 139 WNA diantaranya 135 laki-laki dan 4 perempuan, kebanyakan untuk bekerja di perusahaan perkebunan seperti karet, sawit juga pabrik kertas, pengelolaan, budidaya perikanan, pendidikan, agama, makanan dan perdagangan,” katanya.

Dari ke- 14 negara, Thailand menjadi negara dominan di wilayah ini dengan berjumlah 75 orang, urutan kedua Jepang 20 orang, Malaysia 14, Singapura 2, India 5, Australia 1, Inggris 3, RRC 5, Pilifina 1, Korea Selatan 3, Taiwan 4, Amerika 3, Rumania 2 dan Syiria 1. “Izin mempekerjakan tenaga asing  yang mengeluarkan adalah pusat, kita perpanjangannya saja. WNA menjadi tenaga skill di perusahaan di Sumsel, dengan perbandingan satu orang WNA mendampingi oleh 10 orang Indonesia,”jelasnya. (eka)