Kesibukan Kerap Lupakan Perhatian Terhadap Anak

0

Bandung, jurnalsumatra.com-  Kesibukan yang dijalani oleh para orang tua sering kali menjadi awal kurangnya kasih sayang yang diterima, sehingga anak mencari kasih sayang kepada orang lain , kata Tim Divisi Advokasi dan Pemulihan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat  Levy Olivia Nur dalam diskusi di Mesjid Salman ITB Bandung, Sabtu.
“Potret dari keluarga kita banyak yang mengalami disorientasi fungsi keluarga. Salah satunya kasih sayang. Harusnya diberikan oleh keluarga, tapi didapatkan di tempat lain,” kata Levy.
Menurut dia terkadang orang tua tidak sabar, saat lelah sehabis pulang kerja lalu marah-marah, sementara ada orang di tempat lain yang punya “maksud lain” dan menunjukkan kasih sayang.
Hal itu kerap memunculkan kebingunga terhadap anak  atas siapa yang sebenarnya memberi kasih sayang. Kondisi itu memicu aksi pelecehan seksual terhadap anak.
“Korbannya yang masih berusia kanak-kanak tidak membenci pelaku, mereka malah membela dan kasihan karena orang itu yang hadir memberi kasih sayang selama ini,ż lkatanya
Namun menurutnya factor lain adalah  korban memiliki konsep diri yang lemah. Karena berdalih perlindungan, maka memudahkan mereka mendapat informasi-informasi atau janji-janji yang tidak rasional.
“Contohnya di salah satu daerah, ada puluhan anak laki-laki menjadi korban pelecehan guru bela diri, dengan modus transfer ilmu. Korbannya masih di bawah umur, di kisaran usia SD dan SMP,” kata Levy.
Ia menyebutkan, dari beberapa kasus pelecehan terhadap anak, para korban yang ditangani P2TP2A rata-rata konsep dirinya lemah, tidak tegas dan mudah diiming-imingi sesuatu yang abstrak.
“Jadi memang konsep diri itu harus kuat. Jadi orang yang tegas, punya sifat asertif yang kuat,” katanya menambahkan.(anjas)