Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Berbagi Kursi, Dinilai Gagal dan Haus Kekuasaan

0

Logo PKSPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Berbagi kursi yang dilakukan oleh dua calon anggota legislatif (caleg) dari Partai PKS menuai kontra, pasalnya kesepakatan politik antara Anwar Alsadat dan M Siswandi dinilai sebuah kegagalan dan haus kekuasaan, karena kekuasaan adalah amanah dari rakyat bukan untuk saling berbagi.

“Anwar akan dinilai gagal sebagai anggota DPRD sedangkan posisi M Siswandi sebagai orang yang akan haus kekuasaan,’kata pengamat politik Universitas Sriwijaya (Unsri), Andries kepada radar Palembang, Ahad (7/8).

Dilanjutkan Andries publik akan menilai bahwa apa yang dilakukan oleh kedua kader PKS tidak layak untuk ditiru, karena berbagi kursi itu suatu politik yang kurang elok, oleh karena itu kedepan ada aturan hukum sehingga tidak terulang dikemudian hari.

“kalau secara hukum tidak apa-apa namun secara etika politik tidak baik, yang pasti pada pileg akan datang dua orang ini akan dinilai buruk dimata publik, sehingga ketika akan mencalonkan diri maka suaranya akan terjun bebas,”jelasnya.

Sebelumnya, Ketua PKS Palembang, Ridwan mengatakan, pada pemilihan anggota legislatif (pileg) tahun 2014 lalu Anwar yang baru ditunjuk sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Palembang meraih suara terbanyak berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, sedangkan berdasarkan rekapitulasi C1 yang dimiliki oleh PKS justru Siswandi yang meraih suara terbanyak, untuk mencegah terjadinya perpecahan ditubuh partai maka dua caleg ini berbagi kursi DPRD Palembang masing-masing selama 2,5 tahun.

“Sesuai dengan hasil musyawarah antara PKS dengan kedua caleg diputuskan untuk berbagi kursi.karena keduanya sepakat maka maka kursi DPRD dibagi masing-masing setengah priode, sehingga adil,”kataRidwan

Kisruh ini tidak akan menjadi gejolak di internal PKS maupun dimata publik karena kasus ini terjadi,bukan menyangkut kode etik, namun hal ini tidak akan terhadap peroelahan suara PKS pada agenda politik dan pileg nanti 2019 mendatang.

Ridwan menunding persolan terjadi karena tidak tidak kejujuran dari KPU sebagai penyelengara, sehingga perselisihan suara kedua caleg tidak dapat dituntaskan, seharusnya KPU dapat memutuskan caleg yang mana meraih suara terbanyak.

“jangan sampai persoalan ini terulang dikemudian hari, oleh karena itu penyelengara harus mengedepankan profesionalis dan kejujuran dalam meelkukan rekpitulasi suara,”ujar dia

Sementara itu, Anwar Alsadat mengaku bahwa penguduran diri sesuai dengan keputusan partai, sebaga kader ia patuh atas apa yang diperintahkan partai, namun ia enggan banyak berkomentar atas persoalan ini, namun ia membenarkan bahwa telah mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPRD Palembang.

“Memang benar saya telah mengajukan penggunduran diri sebagai anggota DPRD, saya belum dapt berkoemnatar banyak nanti kita ketemu saja untuk memberikan klarfsikasi lagi atas persoalan ini,”jelasnya.

Pada pileg lalu M Siswandi mendapatkan nomor 3 sedangakan dirinya berada pada nomor urut 8, dari daerah pemilihan (dapil) 1 kota palembang yang meliputi Kemuning, Alang-ALang Lebar dan Kecamatan Sukarami.

Ketua DPW PKS Palembang, Erza Saladdin engan mau berkomentar terhadap persoalan ini, ia sepenuhnya menyerahkan sepenuhnya kepada DPD PKS palembang untuk memberikan klarifikasi.(eka)