Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Palembang Masih Kekurangan Kolam Retensi

0

atasi-banjir-palembang-butuh-150-kolam-retensiPALEMBANG, jurnalsumatra.com – sebagai kota metropolis setiaknya Palembang membutuhkan 50 kolam retensi hal ini untuk menyerap aliran air ketika hujan lebat melanda, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) dan PSDA Kota Palembang, Kota Palembang baru memiliki sekitar 37 kolam retensi.

Kepala PUBM dan PSDA Kota Palembang, Budhy Darma mengatakan, kolam retensi berfungsi menampung air dari beberapa sumber aliran air atau drainase pada saat hujan terjadi, sehingga air tidak tergenang. Hal ini dalam upaya menanggulangi banjir disetiap musim hujan tiba.

“Pada Tahun ini ada enam kolam retensi yang dibangun yakni Kolam Retensi Jalan Tanjung Sari, Kolam Retensi SMP 22, Kolam Retensi Markas Brimob, Kolam Retensi di Perumahan Citra Damai, Kolam Retensi Komplek PLN di Kemuning, dan Kolam Retensi Telkom di dekat Pasar Kuto,”kata Budhy, Ahad (7/8).

Ia mengatakan, selain keenam kolam retensi tersebut, Provinsi Sumsel membangun Kolam Retensi Arapuru di Sungai Buah. Artinya bertambah menjadi tujuh kolam retensi. Pengerjaan ini sudah berjalan termasuk lelang dan konstruksi, dipredisksi sebentar lagi akan seleai.

Menurutnya, hingga sejauh ini bangunan yang senilai sekitar Rp9 miliar tersebut, tidak ada kendala apa pun. Hanya saja, ukuran kolam satu sama lain berbeda.”Luas wilayah relatif, efektifnya sekitar satu hektare, ada yang sesuai itu ada yang tidak, karena wilayah Palembang sudah padat, susah mencari lahan luas,”ujar dia.

Ia mengatakan, untuk sebuah kota metropolitan, kolam retensi yang ada masih kurang, yang ada saat ini sekitar 35 kolam. Idealnya sekitar 50-60 kolam retensi. Titiknya sudah ada dan dipetakan, sementara yang sudah ada saat ini dilakukan pengerukan lumpur di dasar kolam minimal dua tahun sekali, seperti yang dilakukan di Kolam Retensi RS Siti Khadijah, dan lainnya.

Sementara itu, KetuaDPRD Kota Palembang, Darmawan, mengatakan, Kota Palembang merupakan kota yang sangat maju dengan ditandai banyaknya event dan pembangunan. Namun, dengan kemajuan kota metropolitan ini, ada konsekuensi yang mesti dihadapi, seperti banjir setiap musim hujan.

Ia mengatakan, berdasarkan analisis Institut Teknologi Bandung (ITB) minimal dalam satu kota metropolis itu memiliki 50 kolam retensi untuk mengatasi banjir. Sementara Palembang baru memiliki 30an. Sehingga mesti dilakukan optimalisasi.”Kolam retensi yang ada saat ini memang sudah bagus, tetapi ada baiknya jika dimaksimalkan,”tukasnya. (eka)