Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


PWNU Sumsel Bekali Mahasiswa UIN Raden Patah Palembang

0

Pelatihan Kader Aswaja2Palembang, jurnalsumatra.com – MAHASISWA sebagai “agen perubahan” sekaligus kader penerus pemimpin bangsa perlu terus memperkaya diri ilmu pengetahuan dan keterampilan serta memupuk jiwa nasionalisme. Ajaran Islam ahlussunah waljamaah (aswaja) an-Nahdliyah dapat menjadi pedomannya, terlebih saat ini Bangsa Indonesia dihadapkan pada pengaruh paham radikalisme, liberalisme, komunisme, materialisme dan sebagainya.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua PWNU Sumatera Selatan Hernoe Roesprijadji, SIP saat menjadi pemateri dalam Pelatihan Kader Aswaja yang diselenggarakan UKMK Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an dan Dakwah (LPTQ&D) UIN Raden Fatah Palembang bertempat di Gedung Pemuda Palembang Sabtu malam (6/8).

“Jiwa dan semangat nasionaisme harus tumbuh dan berkembang pada diri mahasiswa. Sebagai pelopor perubahan, mahasiswa khususnya mahasiswa UIN Raden Patah Palembang harus membekali dirinya dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan serta memperdalam pemahaman ajaran Islam ahlussunah waljamaah an-Nahdliyah,” kata Hernoe.

Hernoe yang juga Direktur PT CNG Hilir Raya ini menjelaskan, terdapat beberapa prinsip ajaran aswaja yang harus dijadikan pedoman. Yakni, pertama, prinsip tawassuth dan i’tidal, yaitu sikap berada di tengah-tengah,  tidak ekstrem kanan atau kiri. “Di dalam kehidupan kemasyarakatan kita hendaknya selalu menempatkan diri pada prinsip hidup menjunjung tinggi keharusan berlaku adil, lurus di tengah-tengah. Khairul umur awsathuha (moderat adalah sebaik-baik perbuatan),” paparnya.

Kedua, prinsip tawazun, yakni menjaga keseimbangan dan keselarasan, sehingga terpelihara secara seimbang antara kepentingan dunia dan akherat, kepentingan pribadi dan masyarakat, dan kepentingan masa kini dan masa datang.

“Keseimbangan di sini adalah bentuk hubungan yang tidak berat sebelah yang menguntungkan pihak tertentu dan merugikan pihak yang lain. Tetapi, masing-masing pihak mampu menempatkan dirinya sesuai dengan fungsinya tanpa mengganggu fungsi dari pihak yang lain. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya kedinamisan hidup,” ulasnya.

Ketiga, lanjut Hernoe, prinsip tasamuh, yaitu bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan, terutama dalam hal-hal yang bersifat furu’iyah, sehingga tidak terjadi perasaan saling terganggu, saling memusuhi, dan sebaliknya akan tercipta persaudaraan yang islami (ukhuwwah islamiyyah). “Tidak dibenarkan kita memaksakan keyakinan pada orang lain. Yang dianjurkan hanya sebatas penyampaian saja. Adapun keputusannya diserahkan pada otoritas individu dan hidayah dari Allah SWT,” tambahnya.

Kemudiam terakhir, prinsip amar ma’ruf nahi munkar, yakni menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dengan prinsip ini jelas Hernoe, akan timbul kepekaan dan mendorong perbuatan yang baik dalam kehidupan bersama serta kepekaan menolak dan mencegah semua hal yang dapat menjerumuskan kehidupan ke lembah kemungkaran.

“Jika empat prinsip ini diperhatikan secara seksama, maka dapat dilihat bahwa ciri dan inti ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah an-nahdliyah adalah pembawa rahmat bagi alam semesta (rahmahtan lil’alamin),” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, tampak para peserta pelatihan sangat antusias menyimak paparan yang disampaikan oleh Hernoe yang juga ketua Aliansi Relawan Palembang Emas ini . Tanya-jawab dan diskusi juga berjalaan “hidup” di akhir pemaparannya.

Sementara itu, Ketua Umum UKMK LPTQ & D UIN Raden Patah Palembang, Hasan Arfani menjelaskan, Pelatihan Kader Aswaja ini diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berorganisasi dan kesadaran politik mahasiswa sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab.

Selain itu, untuk menumbuhkan dan meningkatkan serta memantapkan kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga negara khususnya generasi Muslim muda Aswaja penerus perjuangan bangsa. “Usai pelatihan ini diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan ajaran Aswaja dalam kehidupan berorganisasi, bermasyarakat dan bernegara dengan lebih baik,” pungkas Hasan Arfani. (Marzuki)