Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Anggota DPR: Percepat Relokasi Korban Longsor Curugkembar

0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Ketua Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia menginginkan relokasi warga yang menjadi korban tanah longsor dan pergeseran lahan di Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dapat dipercepat.
“Dorong relokasi warga korban longsor dan pergeseran lahan di Curugkembar ke lokasi yang aman,” ke Yudi Widiana dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Politisi Partai Keadilan Sejehtera (PKS) dari daerah pemilihan Kota dan Kabupaten Sukabumi itu telah berkunjung ke lokasi bencana tersebut pada Minggu (7/8) pagi.
Dalam kunjungan tersebut, Yudi didampingi tim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan SAR Nasional dan Badan Penanggulangan Bencana Pusat.
Yudi sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun rumah khusus bagi korban bencana.
Hingga saat ini tercatat ada 448 kepala keluarga atau sekitar 1.222 jiwa yang kehilangan rumah.
“Nantinya akan dibangun rumah, gratis bagi korban bencana. Hanya kami minta Pemkab Sukabumi segera membuat surat permohonan dan menyediakan lahan untuk lokasi perumahan,” jelasnya.

    Dia mengutarakan harapannya agar pekan depan proses pengajuan sudah berjalan sehingga pembangunan rumah khusus bisa berjalan tahun ini.
Ia juga berharap warga bisa secepatnya menempati rumah di perkampungan baru nantinya yang aman dari ancaman pergerakan tanah.
Sedangkan lokasi perkampungan yang terkena bencana dijadikan kawasan hijau untuk mencegah terjadinya longsor. Sawah, ladang, dan kebun-kebun warga bisa ditanami kembali asalkan tidak berada di zona berbahaya.
Sebelumnya, akibat bencana alam pergerakan tanah yang terjadi di Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berkepanjangan, ribuan warga terdampak bencana tersebut memilih mengungsi.
“Dari data yang kami miliki ada sekitar 1.084 jiwa warga di dua desa yakni Nagrakjaya dan Cimenteng yang terdampak bencana ini mengungsi,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Andi Kusnadi di Sukabumi, Selasa (2/8).
Menurut dia, mayoritas warga memilih mengungsi karena kondisi daerah tersebut hampir setiap hari terjadi bencana pergerakan tanah, sehingga mereka khawatir terjadi sesuatu. Tidak hanya pergi ke pengungsian yang sudah disediakan, tetapi ada juga yang ke sanak saudaranya dan tetanggannya yang lebih aman.(anjas)