Bengkulu Usulkan Penanganan 12 Titik Abrasi Pantai

0

    Bengkulu, jurnalsumatra.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu mengusulkan penanganan 12 titik kawasan di Pantai Barat Sumatera yang mengalami pengikisan daratan atau abrasi ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Ada 12 titik abrasi yang sudah kami usulkan untuk ditanggulangi Balai Sungai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” kata Kepala Biro Pembangunan Daerah Provinsi Bengkulu, Buyung Azhari di Bengkulu, Senin.
Ia mengatakan titik abrasi tersebut terdapat di sepanjang perairan Bengkulu mulai dari Kabupaten Mukomuko yang berbatasan dengan Sumatera Barat dan Kabupaten Kaur, perbatasan Provinsi Lampung.
Pengikisan daratan tersebut kata dia selain mengancam permukiman warga juga mengancam sejumlah fasilitas umum, seperti jalan raya dan jaringan listrik.
“Abrasi yang mengancam jalan raya terdapat di wilayah Kabupaten Seluma dan wilayah Kabupaten Mukomuko serta Bengkulu Utara,” kata Buyung.

    Menurut dia, penanganan abrasi di wilayah Bengkulu Utara dan Kabupaten Mukomuko yang menghubungkan Bengkulu dengan Provinsi Sumatera Barat sudah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir, namun titik abrasi terus bertambah.
Sementara nelayan Desa Pasar Seluma, Kabupaten Seluma, Bengkulu mengeluhkan abrasi di pantai Muara Seluma yang mengikis areal persawahan dan membuat alur sungai bergeser sehingga mengganggu aktivitas nelayan.
“Abrasi di muara sungai membuat daratan terkikis. Kalau tidak ditanggulangi maka permukiman juga terancam,” kata Ketua Forum Nelayan Desa Pasar Seluma, Ikhwan.
Menurut dia, tingkat abrasi di wilayah itu semakin parah dalam setahun terakhir. Sepanjang empat meter daratan kata dia, sudah tergerus air laut.
Abrasi parah tersebut menurut Ikhwan dikarenakan tidak ada lagi vegetasi pantai yang menghadang terjangan gelombang.
“Jika pasang mulai naik maka air laut langsung menghantam pohon sawit milik PT Agri Andalas dan beberapa batang pohon sawit sudah tumbang,” kata dia.(anjas)

Share.