Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Produk Unggulan Lebak Tembus Pasar Dunia

0

     Lebak, jurnalsumatra.com – Produk unggulan Kabupaten Lebak, Banten, menembus pasar dunia sehingga dapat memberikan pendapatan ekonomi bagi masyarakat pedesaan.
“Kita terus meningkatkan kualitas juga pengembangan produk unggulan itu,” kata Kepala Seksi Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Sutisna di Lebak, Senin.
Produk unggulan Kabupaten Lebak antara lain pengelolaan pisang, ikan, kerajinan bambu dan gula aren.
Saat ini, perkembangan produk unggulan tersebut berkembang sehingga dapat menggulirkan pertumbuhan ekonomi masyarakat juga menyerap lapangan pekerjaan.
Pemerintah daerah terus meningkatkan pembinaan agar usaha ekonomi kreatif masyarakat tumbuh dan bisa mengatasi kemiskinan dan pengangguran.
Penyerapan tenaga kerja melalui produk kerajinan gula aren mencapai 6.000 orang, kerajinan bambu 3.500 orang, pengelolaan ikan 200 orang dan kerajinan pisang 80 orang.
Selain itu juga pihaknya mengoptimalkan pembinaan guna meningkatkan diversifikasi produk dengan memberikan kesempatan magang para perajin ke luar daerah, seperti Sukabumi dan Tasikmalaya, Jawa Barat.
“Kami mendorong produk unggulan itu menjadikan andalan ekonomi masyarakat,” katanya.
Menurut dia, produk unggulan daerah yang tembus pasar dunia yang menggunakan bahan baku komoditas gula aren dan diproduksi antara lain jenis gula cetak dan gula halus atau semut.
Produk gula aren itu diekspor ke Australia, Benua Eropa dan Benua Amerika karena memiliki sertifikat makanan organik internasional.
Kelebihan gula aren Lebak, selain organik yang menyehatkan juga cocok dijadikan pemanis berbagai jenis bahan makanan dan minuman.
Disamping itu juga rasanya manis, beraroma, dan bertahan lama.
“Kami terus meningkatkan kualitas produk gula aren dengan produksi gula jahe dan gula semut karena permintaan pasar cenderung tinggi,” katanya.

     Produk lainnya, kata dia, kerajinan bambu melalui CV Shaniqua Marigold Bamboo yang berlokasi di Pasir Ona Desa Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak.
Kerajinan bambu itu antara lain memproduksi alat-alat rumah tangga, seperti kursi sofa dan tempat tidur.
Namun, pihaknya kini meningkatkan kerajinan bambu dengan produksi hiasan, seperti tempat kap lampu, air kemasan, dan tempat buah-buahan.
“Semua produk kerajinan bambu itu menembus pasar ekspor,” katanya.
Menurut dia, produk unggulan lainnya yang menembus pasar dunia, seperti abon ikan produksi ‘Bu Bedah’ dari Kecamatan Wanasalam.
Kerajinan abon ikan tersebut berkembang di pesisir Pantai Binuangeun karena bahan bakunya melimpah hasil tangkapan nelayan.
Kebanyakan ikan abon itu dipasok ke sejumlah negara di Asia, seperti Korea Selatan dan Jepang.
Sedangkan, kata dia, produk unggulan pengelolaan pisang hingga kini belum mendunia, sehingga terus ditingkatkan diversifikasi kualitas produksi.
“Kami meningkatkan produk pisang sale goreng diharapkan bisa mendunia,” katanya.
Anwar (55), seorang perajin gula aren warga Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, mengaku dirinya pernah mengikuti pameran produk gula aren Lebak di Belanda melalui sponsor perusahaan eksportir dari Jakarta.
“Kami merasa bangga komoditas lokal bisa mengikuti pameran di negeri Kincir Angin itu,” katanya.
Selama empat tahun terakhir gula aren produksi Kabupaten Lebak diekspor ke sejumlah negara di Benua Eropa dan Benua Australia juga Amerika Serikat.
Pihaknya juga menampung produk dari enam kelompok pembuat gula aren binaannya di Kecamatan Sobang, Cigemblong, dan Panggarangan.
“Kami merasa terbantu menggulirkan perekonomian masyarakat pedesaan melalui pasar ekspor itu guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.(anjas)