Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Raskin Lewat E-Warung

0
Raskin Lewat E-Warung

Raskin Lewat E-Warung

PALEMBANG, jurnalsumatra.com -  Rencana Pemerintah Pusat Melalui Kementerian Sosial, untuk Masyarakat  Penerima Beras Miskin (Raskin) rencananya Akan menggunakan sistem e-warung. Sehingga nantinya dapat membeli raskin diwarung dengan menggunakan sebuah kartu dengan nominal tertentu, hal disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel, Apriadi saat ditemui pemprov sumsel selasa (9/8).

Menurutnya, rencana tersebut merupakan rencana langsung dari pemerintah pusat melalui kementrian sosial. Untuk tahap awal ini, pihaknya akan menerapkan kebijakan tersebut di daerah Kota Palembang, karena itu pihaknya saat ini telah meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk mendata warung yang ada di Kota Palembang,

Untuk didaerah, kami rasa sedikit sulit karena untuk menukarkan kartu tersebut, warung yang telah ditetapkan harus ke Bank BNI sedangkan di daerah itu sulit ditemukan bank tersebut,” tegasnya”

Apriyadi juga Mengatakan, nantinya setiap penerima raskin akan menerima kartu dari pemerintah pusat dengan nominal tertentu. misalnya, harga raskin per kilo sekitar 1600, nantinya dalam kartu tersebut nominalnya apakah 10 kilo atau lebih. Artinya jumlah tersebut dikalikan dengan harga per kilonya. Kemudian para penerima raskin tersebut dapat menukarkannya diwarung yang telah ditetapkan untuk menerima kartu tersebut. Nantinya warung yang menerima kartu tersebut dapat diuangkan kembali melalui bank yakni BNI. Untuk nominal setiap kartu saat ini masih dikaji terlebih dahulu di pemerintah pusat.

Diterapkannya kebijakan tersebut untuk mengurangi penyimpangan, mengingat selama ini pembelian raskin terkadang masih dilakukan oleh masyarakat yang dianggap mampu. Karena itu, nantinya kartu ini akan dibagikan kepada masyarakat yang memang dibawah kelas menengah kebawah.

“Untuk warungnya sendiri nantinya itu dipilih warung tradisional bukan warung modern seperti swalayan dan lain sebagainya,” urainya.

Saya berharap kartu yang diberikan ini tak hanya ditukarkan dengan raskin tetapi juga dapat ditukarkan dengan kebutuhan pokok lainnya seperti gas dan lain sebagainya. Untuk data masyarakat miskin sendiri, Apriadi melanjutkan, masih menggunakan data lama berdasarkan tahun 2011 mengingat saat ini belum ada pendataan terbaru.

“Kita tunggu saat penerapannya kapan, karena saat ini masih dalam proses di Pemerintah Pusat,”jelasnya”(madon)