Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


TOL Palindra Tahun Depan Bisa Dilalui Arus Mudik

0

tol PalindraPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Jalan tol Palembang – Indralaya (Palindra) ditargetkan selesai tahun depan dan bisa dilalui arus mudik. Progresnya, sepanjang 22 Km sudah 31,6 persen. Hanya saja, dari tiga Sesi Tol pertama di  Sumsel tersebut, progres sesi II yang paling lambat yakni hanya 0, 12 persen.

Hal ini disampaikan Manajer Proyek Pembangunan Tol Palembang-Indralaya PT Hutama Karya (Persero), Hasan Turcahyo, diruang kerjanya, kamis (11/8)

Pihaknya tetap bekerja dan menargetkan bahwa Sesi I akan selesai pada akhir 2016 ini. Dengan begitu, pada 2017 tol Palindra (Sesi I) sudah bisa digunakan. “Sumsel akan memiliki tol pertama pada 2017 mendatang,

Sesi II pihaknya menargetkan akan selesai  April 2017 dan Sesi III selesai pada Juli 2017 mendatang. “Saat ini, kami terus mengebut pengerjaan agar sesuai target. Kami pun meminta agar proses pembebasan lahan segera selesai sehingga pihaknya dapat bekerja,”jelas dia.”

Sambungnya, Artinya untuk digunakan sebagai jalur mudik untuk lebaran tahun depan sudah bisa dilalui kendaraan, semua kendaraan kecuali roda dua. Untuk tarif, akui dia, Rp 750 per kilometernya, untuk kendaraam golongan pertama.

Lainnya, masih dalam proses perhitungan, mengenai progres total terkini, ia mengakui saat ini, progres tol  Palindra 31,6 peren dimana sesi I  sekitar 39 persen, sesi II sekitar 0,12 persen dan Sesi III sekitar 15,5 persen.

Menurut Hasan, lambatnya progres pembangunan lantaran  masih ada lahan yang belum bebas. Terutama di Sesi II dan III.  Karena itu, pihaknya masih harus menunggu terlebih dahulu proses pembebasan lahan.

Akhir Agustus ini, pihaknya berharap proses pembebasan lahan sepanjang 9 km bisa selesai. Mayoritas kendala pembebasan lahan. Lahan yang belum bebas itu berada di sesi I dan sesi II yakni antara Pemulutan dan Inderalaya. Seperti Km 7, Km 12, Km 19,”jelas dia.

Saat ini, kata dia, proses pembebasan lahan  sudah dilakukan konsiyasi atau menitipkan uang ke PN, Diharapkan prosesnya cepat selesai sehingga pihaknya bisa melakukan pengerjaan.

”Sebenarnya, jika uang sudah di titipkan ke PN maka pihaknya sudah bisa bekerja. Hanya saja hal tersebut tidak bisa dilakukan sebab warga pasti tidak menerima,”katanya.

Selain pembeban lahan, masih kata Hasan, untuk Sesi I dan Sesi II merupakan tanah rawa sehingga perlu dilakukan penimbunan. Sedangkan untuk Sesi III tidak diperlu ditimbun karenaa  struktur tanahnya cukup keras”(eka)