KPU: Ada 660 TPS PILKADA Kota Kupang

0

Kupang, jurnalsumatra.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan akan ada 660 tempat pemungutan suara (TPS) untuk pelaksanaan pemungutan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 2017 mendatang di Kota Kupang.
“Jumlah TPS itu sudah mengalami penambahan sebanyak 25 TPS dari sebelumnya pada saat Pemilihan Presiden 2014 lalu hanya berjumlah 635 TPS,” kata Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum Kota Kupang Dani Ratu kepada Antara di Kupang, Jumat.
Dia mengatakan, penambahan itu disebabkan adanya pertambahan jumlah penduduk di wilayah itu, sebagai bagian dari perkembangan kota yang menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan di provinsi berbasis kepulauan itu.
Meski terjadi penambahan TPS, selaku penyelenggara KPU memastikan pelaksanaan pilkada nanti akan tetap sesuai prosedur dan bisa berjalan lebih lancar. Para petugas yang akan bertugas di setiap TPS akan disiagakan untuk kepentingan pemungutan dan penghitungan nantinya.
Untuk kepentingan itu, KPU akan menyediakan tujuh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di setiap TPS untuk menjadi penyelenggara pelaksanaan pemilihan.
Tujuh orang KPPS itu akan dibantu dengan dua orang penjaga ketertiban untuk melengkapi pelaksanaan tugas para KPPS itu.
Setiap TPS kata Dani, akan tergabung pemilih antara 300 hingga 500 suara, sesuai dengan zonasi kelompok masyarakat terkecil di setiap rukun warga (RW) atau rukun tetangga (RT).
Hal ini dilakukan untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi para warga yang memiliki hak pilih untuk menggunakan hak suaranya demi menjamin keterpilihan calon pemimpin di Kota Kupang.
“Kalau TPS jauh dari permukiman maka dikhawatirkan akan sepi pengunjung. makanya kita buatkan TPS di lingkungan RT dan RW yang ada,” katanya.
KPU Kota Kupang lanjut dia, memperkirakan akan terjadi penambahan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pemilih di pemilihan kepala daerah ini, jika dibanding jumlahnya pada pemilu presiden 2014 silam.
Pada Pemilu Presiden 2014 yang lalu, DPT untuk Kota Kupang berjumlah 263.719 pemilih. Kondisi itu diprediksi akan bertambah antara 20 persen hingga 25 persen dilihat dari tingkat kepadatan yang ada.
“Kami memprediksi akan ada pertambahan DPT hingga mencapai 300.000 pemilih untuk pilkada di Kota Kupang pada 2017 mendatang,” katanya.
Untuk memastikan hal itu, KPU akan menerjunkan panitia khusus pemutakhiran data yang diberi nama Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) ke seluruh RT dan RW di wilayah ini.
Tugasnya akan melakukan pendataan sekaligus verifikasi data pemilih yang ada dan dilakukan secara langsung dengan sistem sensus.
Panitia akan bertemu langsung dengan warga untuk memastikan data yang diperoleh benar-benar valid dan bisa dipertanggung jawabkan. “Kerja PPDP akan dilakukan selama enam bulan sebelum penetapan DPT,” katanya.
Warga diminta untuk bisa membantu memberikan keterangan yang valid agar data yang ditemukan menjadi data yang valid juga dan bisa dipertanggung jawabkan untuk kepentingan pilkada ini.(anjas)