Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Serapan Dana KUR Sumsel Masih Rendah

0

pencairan-dana-pilkades--324x160Palembang, Jurnalsumatra.com – Kredit Usaha Rakyat (KUR) diyakini mampu menguatkan sistem ekonomi di Indonesia yang masih belum maksimal. Karenanya, program ini harus diperkuat agar meningkatkan harga jual yang tinggi mengiringi kemampuan beli masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Achmad Hafisz Tohir dalam sosialisasi KUR dan Sistem Resi Gudang, Jamkrindo di Hotel Arista Palembang, Rabu (10/8).

‪”Sudah 50% pemerintah mengucurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung program percepatan ini, oleh karena itu langkah ini tentunya harus dapat bersinergi agar Nawacita yang dituju dapat tercapai” imbuhnya.

Diakatakan, nilai serapan dana KUR secara nasional nilainya Rp61 T dari proyeksi Rp120 T. Sementara di Sumsel masih rendah, baru Rp1,16 T, jauh dibandingkan Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai Rp 3,3 T. “Harusnya Sumsel lebih besar atau minimal setara. Ini terjadi karena kurangnya sosialisasi dan akses masyarakat untuk mendapatkan KUR ini, kedepan harus lebih giat dan membuka akses seluasnya,” tegasnya.

Hafis juga mengingatkan BUMN yang ada dapat segera melakukan gerak cepat untuk turut serta melaksanakan Instruksi Presiden melakukan percepatan pembangunan ekonomi di Indonesia. ‪”Untuk BUMN yang saat ini membuat program Sistem Resi Gudang (SRG) kiranya harus terus dapat mensosialisasikannya secara merata agar masyarakat dapat mempergunakan nya untuk meningkat perekonomian bangsa,” tambahnya.

‪Sementara, Direktur Utama BUMN Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo),  Diding S Anwar menambahkan, tujuan  pelaksanaan Penjaminan Sistem Resi Gudang (SRG) adalah untuk terjaganya stabilitas dan integritas SRG.

‪”Apabila terjadi kegagalan Pengelola Gudang dalam proses Penyelesaian Transaksi Resi Gudang, maka para pelaku dalam SRG masih tetap percaya dengan sistem ini karena tetap terlindungi dengan penggantian maksimum 100 persen dari nilai barang taau komoditi yang dimilikinya,” jelasnya.

‪Risiko yang dijamin Perum Jamkrindo adalah kegagalan, kelalaian atau ketidakmampuan dan atau kebangkrutan Pengelola Gudang dalam melaksanakan kewajibannya. Perum Jamkrindo secara otomatis menjamin Sertifikat Resi Gudang yang diterbitkan Pengelola Gudang sepanjang telah melalui proses sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang tentang Sistem Resi Gudang. “Laporan Penjaminan Resi Gudang dapat diakses kapanpun dan dimanapun oleh pihak-pihak yang memiliki otoritas,” jelasnya.

‪Untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi, Perum Jamkrindo mensyaratkan Pengelola Gudang yang dapat menjaminkan Resi Gudang–nya kepada Perum Jamkrindo adalah Pengelola Gudang yang telah memiliki pengalaman dalam Pengelolaan Gudang, tidak pernah memiliki catatan hitam, tidak pernah wanprestasi kepada perbankan. “Tidak memiliki negative issue yang terkait dengan proses hukum.,” tuturnya. (eka)