Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


KPU NTB Dirikan Rumah Pintar Pemilu

0

     Mataram, jurnalsumatra.com – Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Barat mendirikan rumah pintar pemilihan umum sebagai sarana pembelajaran pendidikan politik bagi masyarakat, pelajar, dan mahasiswa.
Anggota KPU NTB Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu Suhardi Soud di Mataram, Jumat, mengatakan pendirian rumah pintar pemilu  dimaksudkan untuk memberikan sarana pendidikan dan sosialisasi politik tentang bagaimana mekanisme dan aturan dalam sebuah pemilu.
“Kami ingin dengan adanya rumah pintar pemilu atau bale (sebutan bahasa suku Sasak Lombok) pemilu ini mampu menggaet minat masyarakat, khususnya kalangan pemilih pemula di NTB untuk bisa lebih mengenal dan memahami apa itu pemilu,” katanya.
Ia menjelaskan bale pemilu ini di bangun di lantai dua Kantor KPU NTB. Di tempat ini, sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan pemilu akan disiapkan.  Mulai, ruang simulasi tempat pemungutan suara (TPS), ruang tempat pemutaran film tentang sejarah pemilu, dan segala perangkat yang berkaitan dengan kepemiluan di simpan dalam satu ruangan.

     “Nantinya, di bale pemilu ini, masyarakat dan kalangan pemilih pemula (pelajar dan mahasiswa) yang berkunjung ke KPU NTB bisa melihat secara langsung, bagaimana proses pemilu dilakukan,” jelasnya.
Ia menuturkan, saat ini proses pembuatan bale pemilu tersebut sedang dalam tahap pengerjaan. Diharapkan, akhir bulan Agustus atau awal bulan September 2016 sudah bisa diresmikan penggunaannya.
“Rencananya bale pimilu ini akan diresmikan Ketua KPU Pusat,” ujarnya.
Suhardi menambahkan, selain masyarakat, pelajar dan mahasiswa. Bale pemilu itu, juga bisa di kunjungi oleh siapa saja, termasuk simpatisan dan kader partai politik (parpol).
“Jadi tidak hanya masyarakat umum yang ingin kita sasar, tetapi simpatisan dan kader dari partai politik boleh berkunjung ke bale pemilu ini,” terangnya.
Menurut dia, sejauh ini KPU NTB sudah melakukan sejumlah upaya untuk bisa menarik minat masyarakat terutama kalangan pemilih pemula agar bisa ikut ambil bagian dalam sbuah proses pemilu. Salah satunya, dengan menggelar sosialisasi dan simulasi pemilu di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di kota Mataram.
“Ini kami lakukan tidak lain agar pemilih pemula ini bisa memahami proses dan mekanisme pemilu, sehingga saat pemilu mereka bisa tidak canggung lagi memberikan hak suaranya di TPS,” tandasnya.(anjas)