Yulius : Angkutan Kayu Maksimal 12 Ton

0
Yulius : Angkutan Kayu Maksimal 12 Ton

Yulius : Angkutan Kayu Maksimal 12 Ton

Palembang, jurnalsumatra.com – Komisi IV DPRD Sumsel menyatakan angkutan kayu log yang beroperasi tidak boleh lebih dari 12 ton. Artinya, angkutan kayu hanya boleh menggunakan dump truk.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Yulius Maulana, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/8).

Menurut Yulius, pelarangan itu bukan untuk menghambat investor berinvestasi di Sumsel, tetapi untuk menjaga kondisi jalan dan penerapan peraturan daerah yang berlaku.

“Kami minta PT TEL (Tanjung Enim Lestari) tidak lagi menggunakan truk truk besar untuk mengangkut kayu log, tapi harus menggunakan dump truk bertonase maksimal 12 ton. Ini hasil kesepakatan rapat bersama DPRD, Dirlantas, Dishub Sumsel yang juga dihadiri jajaran direksi PT TEL,” ungkap Yulius.

Ia mengatakan, PT TEL diberikan waktu tiga minggu untuk menerapkan kesepakatan tersebut. Jika masih melanggar, pihaknya meminta instansi terkait, seperti kepolisian dan Dishub menindak tegas PT TEL.

“Jika dihitung waktu yang kami berikan berakhir di akhir Agustus ini. Jika kemudian masih melanggar, kami minta Dirlantas dan Dishub menindak tegas PT TEL,” tukasnya.

“Angkutan kayu log ini juga tidak boleh melintas di siang hari, karena jam operasional mereka mulai pukul 18.00 WIB sampai pukul 04.00 pagi,” tambah Yulius.

Selain itu, Yulius juga meminta angkutan kayu log yang beroperasi harus berplat BG, agar pajak kendaraannya dapat menambah PAD Sumsel. “Sopir juga harus melengkapi surat-surat kendaraan dan surat operasional kendaraan,” ujarnya.

Di sisi lain Yulius juga mengkritik proses pembuangan limbah PT TEL. Menurutnya, berdasarkan tinjauan Komisi IV, pembuangan limbah PT TEL terindikasi tak sesuai standar.

“Saat kami Sidak kesana, pipa pembuangan limbah pabrik tercium aroma zat kimia yang menyengat. Harusnya kalau steril, aroma ini tidak tercium. Meski mereka (PT TEL) membantah prediksi kami, tapi temuan ini akan terus kami tindaklanjuti,” pungkasnya.(eka)

Share.

About Author