Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Enam Hektare Lahan Kampus Universitas Riau Terbakar

0

    Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Sekitar enam hektar lahan yang berada di area Universitas Riau, Kampus Panam, di Jalan HR Soebrantas Kota Pekanbaru pada Kamis siang terbakar hingga menyebabkan asap tebal mencemari udara.
“(Kebakaran) di dalam lahan kampus. Sekitar enam hektar yang terbakar,” kata Rektor Universitas Riau, Aras Mulyadi di Pekanbaru.
Ia mengatakan kebakaran lahan pertama kali terpantau sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi. Mendapati adanya lahan yang terbakar di Universitas yang ia pimpin, pihaknya kemudian berusaha melakukan pemadaman dengan petugas dan sejumlah mahasiswa dengan peralatan seadanya.
Namun, cuaca Kota Pekanbaru yang cukup panas membuat api semakin membesar sehingga didatangkan petugas Pemadam Kebakara Kota Pekanbaru.
Aras mengaku dirinya tidak mengetahui penyubab kebakaran tersebut. “Penyebabnya tidak tahu. Tiba-tiba api dari “Main Stadium” (Stadion Utama),” ujarnya.
Keberadaan Universitas Riau dan Stadion Utama memang berdekatan. Bahkan, Stadion Utama yang merupakan stadion sepak bola terbesar di Sumatera itu dari pantauan berada satu kawasan dengan universitas di Riau tersebut.
Sementara itu, dengan adanya kebakaran lahan yang terjadi Universitas Riau, Aras mengatakan sejauh ini tidak mengganggu aktivitas perkuliahan.  “Aktivitas di Kampus tidak terganggu dan berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Berdasarkan pantauan Antara, lokasi kebakaran merupakan kawasan hutan sekunder atau dikenal sebagai Arboretum. Kawasan tersebut banyak ditumbuhi beragam.

     Lebih jauh, guna penanggulangan kebakaran di wilayah tersebut, Satuan tugas (Satgas) kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Riau telah mengerahkan satu unit pesawat Air Tractor. Pesawat tersebut telah memuntahkan sebanyak 3.100 liter ke lokasi kebakaran.
Kebakaran lahan yang melanda sejumlah Provinsi Riau meluas hingga ke pinggiran Kota Pekanbaru, tepatnya di Jalan Riau Ujung, Kecamatan Payung Sekaki. Seluas 8 hektare lahan di lokasi tersebut pada pekan lalu terbakar.
Komandan satuan tugas (Satgas) kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Provinsi Riau, Brigjen TNI Nurendi sebelumnya mengaku kecolongan dengan adanya kebakaran lahan di Kota Pekanbaru.
“Kita memang kecolongan dengan adanya kebakaran lahan di Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. Tapi petugas gabungan berhasil mengendalikannya dengan cepat,” kata Brigjen Nurendi yang juga menjabat sebagai Danrem 031/WB.
Selain mengaku kecolongan dengan adanya Karhutla di ibu kota Provinsi Riau tersebut, dirinya juga menyesalkan dengan kebakaran yang baru-baru ini terjadi di Kampar, wilayah yang berada tidak jauh dari Pekanbaru.
Ia mengatakan kebakaran lahan di Pekanbaru dan Kampar harus segera dicegah karena berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Selama 2016 ini, Bandara bertaraf Internasional itu terbebas dari kelumpuhan. Hal itu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang sering lumpuh akibat bencana kabut asap yang menyelimuti wilayah Riau.(anjas)