Penyabab Banjir Karena faktor Pembangunan

0

atasi-banjir-palembang-butuh-150-kolam-retensiPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Tinginnya pembanggunan di Kota Palembang belakangan ini mulai dari pembangunan mega proyek LRT, perbaikan drainase dan pemasangan pipa gas menyebabkan disejumlah titik yang selama ini kerap digenai air pada saat hujan menjadi banjir.

“Salah satu penyabab banjir karena banyaknya pembangunan otomatis akan membuat air tidak mengalir dengan baik,karena drainase menjadi terganggu,”kata Kepala Dinas PU Bina Marga dan PSDA Palembang,Darma Budhy Selasa (23/8).

Dilanjutkan BudhyTerlebih lagi, karena sebagian titik ada yang memang terjadi genangan karena tertutup pembangunan LRT. Disisi lain, ada juga lokasi seperti di Sudirman yang mengalami banjir karena terganggu pembuatan trotoar baru.“Namanya juga sedang membangun jadi selalu ada dampaknya, salah satunya menjadi banjir dan kemacetan,”urainya.

Lebih lanjut dikatakan, di saluran air pun pihaknya banyak menemukan endapan lumpur, terutama pembuangan sampah dari rumah makan yang membuang kotorannya ke drainase. Seharusnya ini menjadi evaluasi bagi pemilik rumah makan jangan sampai membuang kotoran rumah tangga ke saluran air “Untuk Sudirman, paling banyak ada juga limbah minyak dan Oli yang sudah mengeras dan terjadi pengentalan, sehingga drainase tidak berfungsi dengan baik, apalagi pada saat musim hujan,”jelasnya.

Sedangkan air yang mengalir di kawasan angkatan 45 yang biasanya ditampung di kolam retensi Palembang icon yang saat ini kondisinya ditutup sehingga tidak bisa menampung air disekitarnya.

“Mereka (Waskita) berjanji, tanah yang ditimbun akan diangkat lagi setelah pembuatan pilar selesai dikerjakan, karena sebagian air dari sana masuk ke sungai baung untuk dilarikan ke sungai Musi,” ungkap dia.

Sedangkan di simpang Polda, juga sering menjadi langganan air karena memang air nya yang banyak dan kesulitan untuk mengalirkannya. Kolam retensi yang ada juga tidak dapat menmaoung tingginya air hujang.

Untuk tahun ini pihaknya pun mendapat gelontoran dana Rp 30 miliar pada APBD induk tahun 2016, dana tersebut aa yang sudah digunnakan maupun dalam tahap pengerjaan, termasuk pembangunan drainase, saluran air dan pengelolaan sumber daya air yang semuanya include disana.

“Pada tahun ini pihaknya meminta tambahan anggaran ke DPRD Palembang sebesar Rp 50 miliar, namun anggaran yang diajukan sulit direalisasikan karena anggarannya belum ada,”jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Palembang, Anton Nurdin meminta kepada PU BM dan PSDA untuk melakukan perbaikan drainase semaksimal mungkin, karena salah satu penyebab banjir yang kerap terjadi karena tidak berfungisnya drainase yang ada.

“Bukan hanya pemerintah yang aktif, namun masyarakat juga diminta untuk menjaga kebersihan, karena dengan menjaga kebersihan Palembang akan sehat dan bersih, termasuk juga program gotong royong yang digalakan oleh pak walikota sangat baik untuk menjaga lingkungan,”urainya.(eka)

Share.