Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Tiga Dusun Di Agam Terancam Abrasi

0

     Lubuk Basung, jurnalsumatra.com – Tiga jorong  (dusun) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat terancam abrasi akibat pemecah ombak masih minim di sepanjang garis pantai di daerah itu.
Tokoh masyarakat Tanjung Mutiara Boy Basri Tanjung di Lubuk Basung, Jumat mengatakan, tiga itu yakni Pasia Paneh, Nagari (Desa) Tiku Selatan, Ujung Labuh dan Muaro Putih Nagari Tiku Lima Jorong.
Jumlah warga yang tinggal di tiga jorong itu ratusan kepala keluarga.
Saat ini, kataya,  sekitar 12 meter bibir pantai terkikis ombak dan mengakibatkan sekitar 260 batang pohon kelapa yang tumbang.
Kondisi ini sudah terjadi semenjak 2012. Untuk mengatasi abrasi itu, pemerintah pusat telah membangun pemcah ombak di pantai itu sebanyak 13 unit pada 2013 dan sebanyak enam unit pada 2016.
Namun dengan kurangnya pemecah ombak itu, maka daerah yang tidak memiliki pemcah ombak dikikis oleh air saat pasang naik.

     Menurutnya idealnya pemecah ombak ini dibangun dengan jarak sekitar 100 meter. Namun pemecah ombak ini hanya dibangun dengan jarak 200 meter, sehingga garis pantai yang tidak ada pemecah ombak tersebut dikikis air.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Bambang Warsito mengatakan pembangunan pemecah ombak ini merupakan wewenang dari pemerintah pusat karena biayanya cukup besar karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Agam sangat minim.
“Kami telah mengajukan pembangunan pemecah ombak ini ke pemerintah pusat dan telah tinjau beberapa bulan lalu,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Agam Marga Indra Putra berharap pemerintah pusat untuk segera membangun pemecah ombak di sepanjang garis pantai dengan panjang 1,8 kilometer, sehingga tiga jorong itu bebas dari abrasi.
Selain itu, Pemkab Agam perlu menanam pohon cemara laut sepanjang garis pantai itu.
“Ini harus disikapi sesegera mungkin oleh pemerintah, agar daerah itu terhindar dari abrasi pantai,” katanya saat mengunjungi lokasi abrasi di Pasia Paneh.
Ia menambahkan tiga jorong ini merupakan daerah rawan abrasi pantai apabila gelombang cukup besar.
Abrasi pantai ini tiap tahun terjadi yang mengakibatkan rumah warga terendam banjir dan pohon kelapa milik warga menjadi tumbang.(anjas)