Disnak Dumai Bentuk Tim Pengawas Hewan Kurban

0

    Dumai, Riau, jurnalsumatra.com – Dinas Peternakan Kota Dumai bersiap menghadapi Idul Adha 1437 Hijriah dengan membentuk tim pengawas hewan kurban yang akan bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan sapi, kerbau dan kambing.
Kepala Dinas Peternakan Dumai Syafrizal di Dumai, Kamis, mengatakan, tim beranggotakan 50 orang terdiri dari tenaga medis hewan ini akan mulai bekerja sepekan sebelum hari penyembelihan atau Idul Adha pada 12 September 2016 mendatang.
“Tim pengawas akan memeriksa kesehatan hewan kurban di tempat penampungan untuk memastikan tidak ada yang terjangkit penyakit saat penyembelihan hari Idul Adha,” kata Syafrizal.
Kesiapan lain, lanjut dia, Disnak sudah menyebarkan pamflet atau selebaran informasi ke tengah masyarakat, pedagang dan panitia kurban tentang tata cara penyembelihan yang baik dan benar sesuai syariat Islam.
Antisipasi masuknya hewan kurban terjangkit penyakit menular ke manusia seperti mulut dan kaki ini juga dilakukan Disnak dengan menempatkan petugas pengawas di jalur pintu masuk perbatasan daerah.

     Sebab diketahui untuk pemenuhan kebutuhan hewan kurban bagi masyarakat Dumai, selain mengandalkan dari peternakan lokal, juga akan mendatangkan pasokan dari pedagang luar daerah.
“Kebutuhan hewan kurban hanya 20 persen yang bisa dipenuhi pedagang lokal, dan sisanya akan didatangkan dari luar daerah yang terdaftar dan resmi serta sudah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan,” sebut dia.
Dia mengaku tidak dapat memastikan berapa jumlah hewan kurban yang akan disembelih tahun 2016 ini karena belum dilakukan pendataan, namun diharapkan tidak menurun dibanding 2015 lalu sekitar 1.500 ekor.
Sementara, seorang panitia kurban di Musalla Taufiq Ilahi di Jalan Sultan Sarif Kasim Dumai Ali menyebutkan setiap peserta kurban tahun ini dikenai biaya sekitar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta karena harga Sapi mencapai Rp 14 juta per ekor.
“Satu ekor hewan kurban sapi seharga Rp14 juta, dan naik dibanding tahun lalu hanya sekitar Rp12 juta, dan tiap peserta kurban dikenakan biaya antara Rp2 juta hingga Rp2,5 juta,” kata Ali kepada wartawan.(anjas)