Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Polisi Ungkap Kasus Pencurian Di Kantor Perhutani

0

     Purwokerto, jurnalsumatra.com – Petugas Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah, mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan di Kantor Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur.
“Setelah melakukan penyelidikan selama dua bulan, anggota kami akhirnya dapat menangkap tiga dari empat pelaku pencurian yang terjadi pada 19 Juni 2016, sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Gideon Arif Setyawan saat ungkap kasus di halaman Markas Polres Banyumas, Kamis.
Ia mengatakan tiga pelaku yang telah ditangkap terdiri atas Yuli (38), warga Purwokerto, Henry (38), warga Kota Semarang, dan Sinaga (39), warga Kota Semarang.
Sementara satu pelaku yang masih dalam pencarian, yakni Anto yang berasal dari Yogyakarta.
Lebih lanjut, Kapolres mengatakan kasus pencurian dengan kekerasan tersebut didalangi Yuli yang merupakan pekerja alih daya (outsourcing) di Kantor Perhutani KPH Banyumas Timur.
“Dalam menjalankan aksinya, kawanan pencuri itu membawa kabur satu unit mobil Toyota Avanza setelah memukul salah seorang penjaga kantor, Dirkun. Bahkan, kedua tangan korban diikat dan mulutnya dilakban serta diancam dengan sebilah golok,” katanya.

     Menurut dia, kawanan pencuri itu juga melepas perangkat perekam kamera pengintai (closed-circuit television).
Ia mengatakan mobil yang dibawa tersangka Anto dapat ditemukan di wilayah Kabupaten Kebumen.
Usai ungkap kasus tersebut, polisi menggelar rekonstruksi di Kantor Perhutani KPH Banyumas Timur yang berlokasi di Jalan Gatot Soebroto, Purwokerto.
Dalam rekonstruksi tersebut, polisi merekam sedikitnya 50 adegan yang dilakukan oleh tiga pelaku dan seorang pemeran pengganti.
“Kalau Anto sudah sudah tertangkap, mungkin akan lebih banyak lagi (adegannya, red.) karena dia yang memegang golok,” kata Kapolres usai menyaksikan pelaksanaan rekonstruksi.
Dia mengimbau Anto untuk segera menyerahkan diri ke polisi yang hingga saat ini masih mengejarnya.
Saat ditanya wartawan, salah seorang pelaku, Yuli mengaku sebagai pihak yang memetakan kondisi kantor sedangkan Hendri sebagai pengantar serta Sinaga dan Anto sebagai eksekutor.
“Setelah beberapa lama masuk ke dalam kantor, saya keluar lagi dan memberitahu kalau di dalam hanya ada satu orang penjaga,” katanya.
Sementara saksi atas nama Dirkun mengaku tidak menyangka jika akan disakiti oleh kawanan pencuri itu.
“Mereka mengikat tangan dan melakban mulut saya,” katanya.(anjas)