Nelayan Diminta Lengkapi Syarat Asuransi Sampai November

0

     Lebak, jurnalsumatra.com – Nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak, Banten, diminta melengkapi persyaratan asuransi sampai November 2016 untuk diterbitkan surat keputusan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Kami berharap awal Januari 2017 penyaluran kartu asuransi bisa disalurkan kepada 3.000 nelayan Lebak,” kata Kepala Seksi Sarana Penangkapan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lebak Rizal Ardiansyah di Rangkasbitung, Senin.
Pemberian kartu asuransi tersebut merupakan bagian program Nawacita Presiden Joko Widodo untuk melindungi nelayan dari kecelakaan juga meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Pendistribusian kartu nelayan tersebut untuk Kabupaten Lebak diberikan kuota sebanyak 3.000 nelayan.
Namun, pemberian kartu asuransi kecelakaan itu harus memenuhi persyaratan untuk diajukan ke KKP di Jakarta.
Persyaratan itu antara lain kartu nelayan, KTP, KK dan ahli waris.
“Kami memberikan waktu hingga November mendatang agar semua nelayan bisa melengkapi persyaratan untuk mendapatkan kartu asuransi kecelakaan,” katanya.
Menurut dia, nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak sangat mendambakan pemberian asuransi, sehingga dapat terlindungi jika sewaktu-waktu mengalami kecelakaan laut.
Apalagi, Perairan Banten selatan yang berhadapan langsung dengan Perairan Samudera Hindia terkenal gelombang tinggi dan tiupan angin.

     Cuaca seperti itu, kata dia, tentu berpotensi terjadi kecelakaan laut.
Karena itu, KKP memberikan bantuan asuransi kecelakaan terhadap 3.000 nelayan yang tersebar di 10 unit tempat pelelangan ikan (TPI).
“Kami berharap pemberian kartu asuransi dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan,” katanya.
Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan pendataan persyaratan agar seluruh nelayan Lebak memiliki kartu asuransi.
Pemerintah daerah mendorong nelayan wajib mengantongi kartu asuransi untuk mendukung peningkatan kesejahteraan.
“Kami menargetkan ke depan seluruh nelayan Lebak memiliki kartu asuransi kecelakaan,” ujarnya.
Sejumlah nelayan di TPI Binuangen Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak mengatakan mereka nelayan menyambut positif adanya program asuransi nelayan yang digulirkan KKP untuk perlindungan dari kecelakaan.
Selama ini, nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak belum memiliki asurani jiwa, sehingga apabila mengalami musibah kecelakaan laut akibat cuaca buruk terpaksa ditanggung biaya oleh keluarga.
“Kami berharap asuransi itu dapat melindungi nelayan,” kata Madrowi (50) seorang nelayan di TPI Binuangeun, Kabupaten Lebak.(anjas)