Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Legislator : Pengendapan TPG Karena Usulan Tak Sesuai

0

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Anggota DPR dari Fraksi Golkar Ferdiansyah mengatakan pengendapan Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebesar Rp23,3 triliun terjadi karena usulan pemerintah daerah yang tidak sesuai dengan jumlah guru.
“Sebanyak 80 persen pegawai negeri di daerah merupakan PNS daerah. Pemerintah daerah yang mengusulkan berapa banyak anggaran yang dibutuhkan,” ujar Ferdiansyah di Jakarta, Selasa.
Dia menjelaskan pemerintah daerah mengusulkan anggaran terlalu banyak, padahal banyak guru yang sudah pensiun tetapi dicatat sebagai PNS. Akibatnya timbul kelebihan anggaran.
“Oleh karena itu pada Mei 2016, Kemdikbud mengusulkan kepada Kemenkeu agar Rp23,3 triliun kelebihan anggaran tidak disalurkan. Jadi bukan inisiatif Menteri Keuangan, tapi merupakan langkah dari Kemdikbud,” katanya.
Usulan itu diajukan melalui surat Nomor 33130/AA11/PR/2016 kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Surat tersebut disampaikan ke Kemenkeu berdasarkan hasil rekonsiliasi yang telah dilakukan pada bulan Mei 2016 antara Kemendikbud, Kemenkeu, dan Pemda.

     Ferdiansyah meminta guru untuk tidak risau terkait pencairan TPG karena tetap akan disalurkan.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Sumarna Surapranata, mengatakan TPG PNSD 2016 tetap dijamin akan dibayarkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
“Pengurangan anggaran Rp23,3 triliun seperti disampaikan Menteri Keuangan tidak akan mengurangi hak guru penerima TPG, namun hanya mengurangi alokasi dana yang berpotensi tidak akan terserap,” kata Pranata.
Lebih lanjut Pranata menjelaskan beberapa faktor penyebab pengurangan anggaran, antara lain guru pemilik sertifikat profesi yang telah pensiun, mutasi, promosi, tidak dapat memenuhi beban mengajar 24 jam, dan tidak linier dengan sertifikat pendidiknya.
Untuk pembayaran TPG PNSD tahap ketiga 2016 (Juli sampai dengan September) akan dibayarkan sekitar bulan Oktober oleh Pemda.
Pada awalnya, Kemdikbud mengusulkan dana tunjangan profesi guru sebesar Rp 69,7 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) 2016, tapi kemudian dipangkas Rp23,3 triliun karena berlebih.(anjas)