Mesin PLTs Tidak Berfungsi

0

PLTSPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Meskipun sudah pernah dihidupkan pada April lalu, namun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTs) di TPA Sukawinatan rupanya belum juga beroperasional. Padahal PLTs dapat menyuplai pasokan listirk kepada masyarakat.

Direktur Operasional PT SP2J (Saranan Pembangunan Palembang Jaya), Antoni Rais kemarin (1/9) mengaku pihaknya sendiri merencanakan operasional PLTSa tersebut pada pertengahan November nanti. “Kita kedatangan konsultan Kementerian ESDM dari Inggris dan PPK nya langsung, kami pun akan melakukan pemantauan dan pengecekan langsung ke lapangan,”kata Antoni.

Penyebab tidak beroperasinya PLTS ada beberapa perbaikan alat-alat yang rusak, terutama untuk 50 sumur yang ada sehingag menyebabkan PLTS tidak berfungsi untuk sementara waktu. “Ada sumur yang peralatannya patah dan juga lepas, inilah yang akan kita perbaiki dulu,” lanjutnya.

Dikatakannya kedatangan konsultan inilah untuk membantu perbaikan dan kesiapan PLTSa. “Setelah diperbaiki baru akan kita hidupkan mesinnya untuk pihak PLN sendiri sudah tidak ada masalah lagi dan siap melakukan kerjasama.

Dirinya menyebut, PLTSa tersebut bisa menghasilkan listrik dengan kapasitas 500 kw/jam. Dimana pembangunan PLTSa ini, menggunakan dana APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) dengan total dana sekitar Rp21 miliar.

Selain energi yang didapat, PLTSa juga bisa mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Saat ini, PLTSa Sukawinatan bisa menghasilkan sekitar 700 ton sampah perhari, sedangkan untuk operasional PLTSa ini, hanya dengan 300 ton sudah bisa menghasilkan listrik.

Selain pembangkit di Sukawinatan. Perusahaan plat merah ini juga disibukkan dengan urusannya untuk mengelola PLTMG di Sematang Borang. “Sudah operasional, tapi baru bulan Agustus ini beroperasi penuh,” lanjut Antoni lagi.

Di Sematang Borang sendiri, energy listrik yang dihasilkan mencapai 10,5 mega watt/jam. “Karena baru optimal di bulan Agustus, jadi kita belum terima pembayaran dari PLN. nantinya setiap bulan PLN bakal membayarkan dari harga listrik yang dibeli.(eka)