Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Legislator Sesalkan Pernyataan Mendikbud Soal Sanksi Fisik    

0

Surabaya, jurnalsumatra.com – Legislator di Jatim menyesalkan pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)  Muhadjir Effendy bahwa sanksi fisik kepada siswa bisa ditoleransi dalam pendidikan.
Anggota Komisi E Bidang Kesra DPRD Surabaya Agatha Retnosari, di Surabaya, Kamis, mengatakan pendapat Mendikbud yang dimuat salah satu media online Nasional seperti itu bisa menjadi rujukan para guru dan para pengajar se-Indonesia.
“Tidak sepatutnya sebagai seorang menteri berpendapat seperti itu,” katanya.
Agatha menegaskan pengenaan sanksi fisik kepada siswa berupa pemukulan, cubit, tamparan ataupun tindakan kekerasan lainnya dapat menimbulkan traumatik yang dalam.
“Untuk itu harusnya tindakan seperti itu harus dihindari,” tegasnya.
Ia menambahkan alangkah lebih baik para pendidik sejak dini mengajarkan dialog dan komunikasi secara terbuka kepada siswanya agar  mereka terdidik menjadi pribadi yang menghindarkan kekerasan sebagai jalan keluar atas persoalan yang dihadapi di masa mendatang.
“Jadi seyogyanya, pola dialogis yang harus dikedepankan kepada para siswa, bukan cara-cara kekerasan,” ujar Agatha.
Menurut dia, mengajarkan kedisiplinan bukan dengan kekerasan fisik, dengan mencubit tangannya, atau dengan tendangan kaki dan lainnya. Namun, dengan keteladanan, menjadi contoh hidup dari para guru dan orang tua pada lingkungan sekitarnya.
“Sehingga siswa dengan sendirinya akan mereplikasi budaya disiplin itu,” katanya.
Agatha berharap Mendikbud mengklarifikasi atas pernyataannya tersebut, karena bisa menimbulkan problem yang rumit di kemudian hari. “Karena bisa memicu timbulnya budaya perlakuan kekerasan dan bullying pada siswa,” katanya.(anjas)